Senin, 07 Desember 2015

SMA Muhammadiyah 1 Pontianak Qurban 3 Sapi 6 Kambing

Jumat, 25 September 2015, 10:46 – http://kalbar.kemenag.go.id



Menyambut Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriyah atau dikenal dengan hari raya qurban, SMA Muhammadiyah 1 Pontianak turut melakukan pemotongan hewan kurban, Kamis (24/9/2015). Sebanyak 3 ekor sapi dan 6 ekor kambing dikurbankan dan didistribusikan kepada yang berhak menerimanya.

Ketua panitia kurban SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Hayatunupus, S.Ag., M.Pd ditemui di Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Jumat (25/9/2015) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi agenda rutin sekolahnya setiap tahun.

Dikatakannya, tahun ini panitia telah mendata siapa-siapa saja yang berhak menerima daging kurban tersebut dan seluruhnya sudah didistribusikan usai pemotongan hewan qurban dilakukan. 

“Dua ekor sapi dan 3 ekor kambing yang dikurbankan berasal dari qurban siswa dan orang tua siswa. Sisanya merupakan infak latihan berqurban bagi siswa,” jelas Hayatunupus yang juga Guru Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak ini ramah.

Lebih lanjut Hayatunupus menjelaskan bahwa yang murni hewan qurban adalah dua ekor sapi dan 3 ekor kambing. Sedangkan satu ekor sapi dan 3 ekor kambing lainnya merupakan infak latihan berqurban bagi siswa. Hal tersebut dilakukan untuk membiasakan seluruh siswa agar mau berqurban sejak dini.

“Walaupun mereka tidak murni berqurban atau hanya dalam bentuk infak latihan, paling tidak mereka ikut merasakan bagaimana senangnya berqurban dan bisa berbagi kepada sesama,” tutur Nupus, begitu ia akrab disapa.*(Sumi/Ptk)

Seksi PAI Kemenag Pontianak Usulkan Kekurangan 9 GPAI

Jumat, 25 September 2015, 10:31 – Kemenag Kab/Kota Kalbar



Menindaklanjuti permintaan Data dari bagian Kepegawaian terkait standar kebutuhan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) pada sekolah umum di lingkungan Kantor Kemenag Kota Pontianak, Rabu (23/9/2015) Pelaksana Seksi PAI melakukan koordinasi dan sinkronisasi data kepada Pengawas PAI.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka mensinkronkan data permintaan Guru PAI dari beberapa sekolah yang dimiliki Seksi PAI dengan kondisi di lapangan yang diketahui langsung oleh enam Pengawas PAI.

Adapun enam Pengawas PAI Kota Pontianak terdiri atas empat pengawas PAI tingkat dasar (SD), yakni Dra. Syariah, S.Pd, Mawardi, S.Pd.I, Mas Hadran, A.Md dan H. Abdul Karim, S.Ag. Serta dua Pengawas PAI tingkat menengah (SMP/SMA/SMK), yakni Dra. Nurul Wahidah, M.Si dan M. Yusuf, S.Ag.

“Berdasarkan data yang ada, untuk tingkat SD tidak ada permintaan Guru PAI. Bahkan beberapa sekolah mengeluhkan kekurangan Jam Tatap Muka untuk Guru PAI. Itu artinya sekolah tersebut kelebihan tenaga pengajar,” jelas Roslina, SEI dan Mustafid, dua Pelaksana Seksi PAI yang menangani pelayanan Guru PAI SD.

Sementara Shalahuddin Marta Yusra, S.H.I, Koordinator Pelayanan Guru PAI SMP mengatakan bahwa untuk tingkat SMP dibutuhkan tiga Guru PAI. Sedangkan untuk tingkat SMA/SMK, kebutuhan Guru PAI lebih banyak, yakni enam orang.

Hal tersebut dikarenakan sedikitnya ada 1 Guru PAI SMP dan 6 Guru PAI SMA/SMK yang sudah pensiun dan akan pensiun di awal 2016. Ditambah lagi, ada beberapa sekolah negeri yang memang kekurangan Guru PAI.

Terkait kekurangan Guru PAI tersebut, dua Pengawas PAI tingkat menengah, Dra. Nurul Wahidah, M.Si dan M. Yusuf, S.Ag ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa jumlah kekurangan tersebut sesuai dengan data yang mereka miliki, khususnya di sekolah negeri yang dibina.

Berdasarkan data yang dimiliki Seksi PAI Kemenag Kota Pontianak tahun 2015, Guru PAI PNS yang diangkat Kemenag berjumlah 35 orang. Dengan rincian, 5 Guru PAI SD, 22 Guru PAI SMP, dan 8 Guru PAI SMA/SMK. Selebihnya merupakan Guru PAI yang diangkat oleh Dinas Pendidikan.*(Sumi/Ptk)

Penyampaian Data EMIS Semester Ganjil Maksimal 28 September

Senin, 21 September 2015, 15:40 – http://kalbar.kemenag.go.id



Rangkaian acara Evaluasi dan Sinkronisasi Data Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar telah berakhir. Namun kegiatan tersebut menyisakan pekerjaan kantor khususnya bagi operator EMIS di setiap Kemenag Kabupaten/Kota di Kalbar.

Berdasarkan kesepakatan peserta dan panitia, Data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016 dari Operator Kemenag Kabupaten/Kota diharapkan sudah dikirim ke Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar maksimal tanggal 28 September 2015.

“Penyampaian Data EMIS maksimal tanggal 28 September sudah menjadi komitmen bersama panitia dan peserta pada acara Evaluasi dan Sinkronisasi Data Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, di Wisma Nusantara Jalan Letjen Suprapto Pontianak, 15-17 September 2015 yang lalu,” kata Mustafid, Operator EMIS Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Senin (21/9/2015).

Kegiatan yang ditutup secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, H. Syahrul Yadi, M.Si tersebut diikuti 60 peserta dari Kemenag Kabupaten/Kota Se-Kalbar. Terdiri dari Kasi PD Dan Pontren, Kasi PAIS, Kasi Pendis, Kasi Pakis, Operator RKAKL, dan Operator EMIS.

Dari Kemenag Kota Pontianak kegiatan diikuti enam orang, yakni PYMT Kasi PAI (H. Ernan, S.Ag., M.Si), PYMT Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (H. Abdulbar, S.Ag, M.Pd), Operator RKAKL Seksi PAI (Sumiati. J, S.Sos.I., M.Si), Operator EMIS Seksi PAI (Mustafid), Opertaor RKAKL Seksi PD dan Pontren (Eka Aryani, SEI) dan Operator EMIS Seksi PD dan Pontren (Subanria, S.Pd.I).

Terkait Data EMIS, lebih lanjut Mustafid mengatakan, meskipun penyampaian Data EMIS paling lama 28 September, ia akan mengupayakan agar Data EMIS tersebut bisa siap sebelum tanggal yang disepakati.

“Saat ini kami masih memverifikasi data yang sudah masuk, sambil menunggu data yang belum masuk dari Guru PAI maupun Pengurus KKG dan MGMP PAI Kota Pontianak,” jelas Mustafid.

Sementara PYMT Kepala Seksi PAI, H. Ernan, S.Ag., M.Si ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015) menghimbau kepada semua Guru PAI yang belum menyampaikan data yang diminta, agar bisa segera menyampaikannya kepada Operator EMIS PAI sebelum tanggal 28 September.*(Sumi/Ptk)

Pemberkasan TPG PAI Kota Pontianak Berlangsung Tertib

Jumat, 11 September 2015, 16:14 – http://kalbar.kemenag.go.id



Seluruh Pelaksana Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak tampak sibuk melayani Guru PAI yang datang silih berganti. Kedatangan mereka untuk menyerahkan berkas pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode Juli sampai September 2015.

Seperti terlihat di Seksi PAI, Kamis (10/9/2015), sejak pagi satu persatu guru yang datang membawa berkas diperiksa oleh Pelaksana Seksi PAI dengan teliti. Terutama berkaitan dengan Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) dan foto copy buku rekening yang bersangkutan.

Jika ada yang keliru atau nomor rekeningnya tidak jelas, maka guru yang bersangkutan langsung diminta untuk memperbaikinya. Guru agama yang datang pun tampak tertib dan antri menunggu giliran. Ada yang datang sendiri, namun ada juga yang datang bersama-sama dari satu sekolah yang sama. 

Guru PAI yang datang silih berganti tersebut dilayani langsung empat Pelaksana Seksi PAI. Untuk Guru PAI SD Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan Barat dilayani Roslina, SEI. Untuk Guru PAI SD Kecamatan Pontianak Timur, Utara dan Kota oleh Mustafid. Guru SMP dengan Shalahuddin Marta Yusra, S.HI. Sedangkan Sumiati melayani guru PAI tingkat SMA/SMK. Namun, kalau guru sudah banyak yang antri, keempatnya juga melayani untuk semua jenjang. 

Jika berkas yang disampaikan sudah lengkap, maka Guru PAI yang bersangkutan diminta untuk mengisi daftar sebagai bukti telah menyerahkan berkas TPG. Sesuai pengumuman yang telah disampaikan beberapa waktu sebelumnya bahwa semua berkas TPG diserahkan ke Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak mulai tanggal 7 sampai 18 September 2015.*(Sumi/Ptk)

PLPG PAI Dipercepat 14 September

Jumat, 11 September 2015, 16:05 – http://kalbar.kemenag.go.id



Diinformasikan kepada seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bahwa pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Tahap I Tahun 2015 akan dilaksanakan pada 14 – 22 September 2015. Bertempat di Asrama Haji Jalan Letjend Sutoyo Nomor 17 Pontianak.

Informasi tersebut disampaikan langsung Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP. Sebelumnya sempat diinformasikan bahwa PLPG diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 20 September. Ternyata oleh UIN Jakarta pelaksanaannya dipercepat. 
“Surat atau undangan resmi terkait pelaksanaan PLPG, Nomor: Un.01/F1/OT.01.7/1718/2015 tanggal 7 September 2015, sudah dikirim via email kepada seluruh kabupaten/kota,” ujar Samsul, begitu ia akrab disapa, via Handphone, Kamis (10/9/2015).

Berdasarkan surat tersebut, kepada seluruh peserta yang akan mengikuti PLPG diminta untuk membawa surat izin dari pimpinan tempat bertugas, menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter, foto berwarna 3×4 sebanyak 3 lembar untuk ditempel di name tag.

Selain itu, seluruh peserta PLPG juga diminta untuk membawa kalender akademik, silabus dan RPP, membawa buku paket sesuai mapel yang diampu, membawa LKS dan contoh soal ujian akhir semester, membawa pakaian olah raga dan shalat, serta membawa laptop.

Terkait pakaian peserta PLPG, untuk pria menggunakan kemeja putih, celana hitam, berdasi, dan Batik/polos khusus untuk malam. Sedangkan peserta wanita menggunakan atasan putih, bawahan hitam, dan Batik/polos khusus untuk malam hari.

Sementara Pelaksana Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Shalahuddin Marta Yusra, S.HI menyampaikan bahwa peserta PLPG dari Kota Pontianak hanya akan diikuti Sepuluh orang. Ia juga sudah menginformasikan kepada sepuluh guru PAI tersebut untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya.

Adapun Sepuluh Guru PAI tersebut atas nama Dede Abdullah, S.Pd.I (SD Bawamai), Munzirin (SMPN 08 Pontianak), Jernihati (SDN 71 Pontianak Barat), Abdul Karim Lubis, S.Pd.I, MA (SMP Mujahidin), Juitasari, S.Pd.I (SMPN 25), Akhyar Achmad (SMP Mujahidin), Diana Ekarini, M.Pd (SMP Islam Al Azhar 17), Uten Panca Liestiana, S.Pd.I (SDS Bawamai), Sartinah (SDS Islamiyah), dan Nurhayati (SDS Islam Sirajun Jadid).

Berdasarkan Daftar peserta PLPG, sepuluh Guru PAI Kota Pontianak tersebut masuk dalam Rombel 6 dan 7. Mereka akan bergabung dengan peserta dari Kabupaten Kubu Raya, Kapuas Hulu, Sanggau, dan Kabupaten Mempawah.*(Sumi/Ptk)

Belajar Menerima Keadaan dan Mensyukuri Hidup

Sabtu, 5 September 2015, 15:50 – http://kalbar.kemenag.go.id
Belajar Menerima Keadaan dan Mensyukuri Hidup


Musibah, ujian atau apa pun namanya tidak seharusnya diratapi atau ditangisi. Melainkan harus disikapi dengan bijak, bersabar serta ikhlas karena Allah SWT. Terpenting adalah bagaimana kita mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap musibah atau ujian tersebut.

Setiap yang kita alami dalam hidup, baik itu yang menyenangkan maupun sebaliknya, sesungguhnya memiliki makna atau hikmah tersendiri. Cuma manusia terkadang lupa untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian yang dialami. Banyak di antara kita langsung meratapi dan berburuk sangka kepada sang khaliq di saat kita diberi ujian yang tidak menyenangkan. Pada hal, mungkin Allah sedang merencanakan hal paling indah yang kita tidak akan pernah menduganya. Allah punya kado spesial untuk hamba-hamba pilihannya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” [QS. Al ‘Ankabut (29):2]. 

Berkunjung menjenguk Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si di kediamannya, Jalan Tabrani Achmad Komplek Mandau Permai Blok F1, Jumat (4/9/2015), bagi penulis banyak hikmah dan pelajaran berharga yang bisa diambil.

Sekedar mengingatkan, H. Ahmad Hanafi sedang diuji Allah dengan musibah kecelakaan tunggal yang dialaminya beberapa waktu lalu. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami patah tulang pada betis kaki kanan dan harus dioperasi. Sehingga beliau tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasanya.

Sudah lebih dari satu bulan, Hanafi begitu ia akrab disapa, istirahat di rumah. Beliau diminta dokter tidak memaksakan diri untuk latihan jalan dahulu. Karena selain tulang kakinya patah, juga ada urat yang putus. Dikhawatirkan masa pemulihan operasinya akan terganggu. Walhasil, suami dari Isti Qoriyah, S.Ag ini hanya bisa duduk dan ngesot di dalam rumah ditemani istri dan anak-anak tercinta.

Banyak keluarga, teman dan sahabat yang datang menjenguk sebagai wujud empati. Kemudian lebih banyak waktu berkumpul dengan istri dan anak-anak, sehingga rasa kebersamaan dan saling memiliki akan lebih terasa. Apa-apa serba dilayani. Meskipun terkesan tidak mandiri, tapi semua orang akan bisa memaklumi. Bahkan karena beliau belum bisa berjalan, tukang cukur rambut pun datang ke rumahnya untuk mencukur rambut ayah empat anak ini (hehehe). 

“Ada enaknya juga seperti Pak Hanafi. Setiap saat mendapat pelayanan prima,” canda Melati Murni salah satu Pelaksana Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Pontianak yang ikut datang berkunjung bersama kami.

Suasana pun jadi riuh tertawa. Mungkin ada benarnya juga. Sungguh, hal tersebut mungkin tidak akan terjadi kalau saja beliau dalam keadaan sehat wal afiyat. Waktu bersama keluarga pasti tidak akan 24 jam. Keluarga, teman dan sahabat biasanya hanya akan datang pas idul fitri dan moment-moment tertentu saja. Dan masih banyak hal lain yang bisa diambil hikmah dan pelajaran dari kejadian ini. 

Saat kami berkunjung, Hanafi beserta istri dan anak-anak pun tampak tegar dan tetap ceria. Bahkan sejak awal pun, istrinya pernah berkata, bahwa semuanya sudah kehendak Allah. Sebagai manusia harus bisa menerima dan menjalani dengan sabar dan ikhlas.

“Jangan menangis, karena tidak akan merubah keadaan yang sudah terjadi. Kita harus kuat dan berdoalah kepada Allah semoga ayah segera diberi kesembuhan,” pinta istri Hanafi kepada anak-anaknya pada saat kecelakaan terjadi. 

Sungguh ucapan yang sangat bijak menurut penulis. Bijak menyikapi keadaan dan ikhlas menjalani hidup. Insya Allah akan lebih mudah melewati ujian atau musibah yang sedang menimpa. Subhanallah. Mungkin tidak akan banyak di dunia ini orang yang bisa tegar dan ikhlas menerima kenyataan ketika diberi ujian yang tidak menyenangkan. Akan tetapi hidup ini adalah pembelajaran. Hidup ini proses. Maka teruslah belajar mengikuti proses hidup. Proses itu baru akan berakhir manakala ajal datang menjemput. 

Buat teman-teman, saudara dan sahabat yang sedang mendapat ujian kesulitan dari Allah, apa pun bentuknya, jangan pernah menyerah. Karena Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya. 

Yakinlah, Allah pasti sedang menguji hamba pilihannya, untuk menaikkan derajat manusia tersebut. Kalau kita diberi ujian kesulitan, ingat dan lihatlah di luar sana masih ada dan masih banyak yang lebih sulit dari apa yang kita alami. Agar kita bisa belajar menerima keadaan dan selalu mensyukuri hidup.*(Sumiati/Pelaksana Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak).

4 GPAI Kota Pontianak Sampaikan Surat Izin Cuti Besar

Jumat, 4 September 2015, 16:36 – http://kalbar.kemenag.go.id



Sebanyak empat Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Pontianak sampaikan surat izin cuti besar. Surat izin cuti tersebut disampaikan karena yang bersangkutan tercatat sebagai Calon Jamaah Haji Kota Pontianak tahun1436 H/2015 M.

Adapun empat Guru PAI tersebut atas nama Masda, S.Pd (Guru PAI SD Negeri 17 Pontianak Kota), Dra. Nasrah (Guru PAI SD Negeri 06 Pontianak Timur), Drs. Mahdi, MT, M.MP (Guru PAI SMK Mandiri Pontianak), dan Drs. H. M. Idrus H. Ismail (Guru PAI SMK Negeri 4 Pontianak).

“Meskipun keempat Guru PAI tersebut diangkat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, akan tetapi tunjangan sertifikasi keempat Guru PAI tersebut dibayar oleh Kemenag Kota Pontianak. Sehingga mereka diminta untuk menyampaikan/melampirkan surat izin cutinya dari Dinas,” jelas salah satu Pelaksana Seksi PAI, Mustafid.

Lebih lanjut Mustafid mengatakan bahwa surat izin cuti tersebut diminta terkait tunjangan sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang akan dibayarkan kepada mereka. Karena selama yang bersangkutan menunaikan ibadah haji, keempatnya tidak berhak atas tunjangan sertifikasi.

“Pada Bulan Oktober 2015, kita akan kembali melakukan pembayaran TPG periode Juli sampai September 2015. Karena keempatnya menjalani cuti haji, sehingga hanya berhak menerima TPG selama dua bulan. Yakni Bulan Juli dan Agustus 2015,” tambah Pelaksana Seksi PAI, Shalahuddin Marta Yusra, S.H.I.*(Sumi/Ptk)