Senin, 07 Desember 2015

Penyampaian Data EMIS Semester Ganjil Maksimal 28 September

Senin, 21 September 2015, 15:40 – http://kalbar.kemenag.go.id



Rangkaian acara Evaluasi dan Sinkronisasi Data Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalbar telah berakhir. Namun kegiatan tersebut menyisakan pekerjaan kantor khususnya bagi operator EMIS di setiap Kemenag Kabupaten/Kota di Kalbar.

Berdasarkan kesepakatan peserta dan panitia, Data EMIS Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016 dari Operator Kemenag Kabupaten/Kota diharapkan sudah dikirim ke Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar maksimal tanggal 28 September 2015.

“Penyampaian Data EMIS maksimal tanggal 28 September sudah menjadi komitmen bersama panitia dan peserta pada acara Evaluasi dan Sinkronisasi Data Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam, di Wisma Nusantara Jalan Letjen Suprapto Pontianak, 15-17 September 2015 yang lalu,” kata Mustafid, Operator EMIS Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Senin (21/9/2015).

Kegiatan yang ditutup secara resmi oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, H. Syahrul Yadi, M.Si tersebut diikuti 60 peserta dari Kemenag Kabupaten/Kota Se-Kalbar. Terdiri dari Kasi PD Dan Pontren, Kasi PAIS, Kasi Pendis, Kasi Pakis, Operator RKAKL, dan Operator EMIS.

Dari Kemenag Kota Pontianak kegiatan diikuti enam orang, yakni PYMT Kasi PAI (H. Ernan, S.Ag., M.Si), PYMT Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (H. Abdulbar, S.Ag, M.Pd), Operator RKAKL Seksi PAI (Sumiati. J, S.Sos.I., M.Si), Operator EMIS Seksi PAI (Mustafid), Opertaor RKAKL Seksi PD dan Pontren (Eka Aryani, SEI) dan Operator EMIS Seksi PD dan Pontren (Subanria, S.Pd.I).

Terkait Data EMIS, lebih lanjut Mustafid mengatakan, meskipun penyampaian Data EMIS paling lama 28 September, ia akan mengupayakan agar Data EMIS tersebut bisa siap sebelum tanggal yang disepakati.

“Saat ini kami masih memverifikasi data yang sudah masuk, sambil menunggu data yang belum masuk dari Guru PAI maupun Pengurus KKG dan MGMP PAI Kota Pontianak,” jelas Mustafid.

Sementara PYMT Kepala Seksi PAI, H. Ernan, S.Ag., M.Si ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/9/2015) menghimbau kepada semua Guru PAI yang belum menyampaikan data yang diminta, agar bisa segera menyampaikannya kepada Operator EMIS PAI sebelum tanggal 28 September.*(Sumi/Ptk)

Pemberkasan TPG PAI Kota Pontianak Berlangsung Tertib

Jumat, 11 September 2015, 16:14 – http://kalbar.kemenag.go.id



Seluruh Pelaksana Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak tampak sibuk melayani Guru PAI yang datang silih berganti. Kedatangan mereka untuk menyerahkan berkas pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) periode Juli sampai September 2015.

Seperti terlihat di Seksi PAI, Kamis (10/9/2015), sejak pagi satu persatu guru yang datang membawa berkas diperiksa oleh Pelaksana Seksi PAI dengan teliti. Terutama berkaitan dengan Surat Keterangan Melaksanakan Tugas (SKMT) dan foto copy buku rekening yang bersangkutan.

Jika ada yang keliru atau nomor rekeningnya tidak jelas, maka guru yang bersangkutan langsung diminta untuk memperbaikinya. Guru agama yang datang pun tampak tertib dan antri menunggu giliran. Ada yang datang sendiri, namun ada juga yang datang bersama-sama dari satu sekolah yang sama. 

Guru PAI yang datang silih berganti tersebut dilayani langsung empat Pelaksana Seksi PAI. Untuk Guru PAI SD Kecamatan Pontianak Selatan, Tenggara dan Barat dilayani Roslina, SEI. Untuk Guru PAI SD Kecamatan Pontianak Timur, Utara dan Kota oleh Mustafid. Guru SMP dengan Shalahuddin Marta Yusra, S.HI. Sedangkan Sumiati melayani guru PAI tingkat SMA/SMK. Namun, kalau guru sudah banyak yang antri, keempatnya juga melayani untuk semua jenjang. 

Jika berkas yang disampaikan sudah lengkap, maka Guru PAI yang bersangkutan diminta untuk mengisi daftar sebagai bukti telah menyerahkan berkas TPG. Sesuai pengumuman yang telah disampaikan beberapa waktu sebelumnya bahwa semua berkas TPG diserahkan ke Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak mulai tanggal 7 sampai 18 September 2015.*(Sumi/Ptk)

PLPG PAI Dipercepat 14 September

Jumat, 11 September 2015, 16:05 – http://kalbar.kemenag.go.id



Diinformasikan kepada seluruh Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) bahwa pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) Tahap I Tahun 2015 akan dilaksanakan pada 14 – 22 September 2015. Bertempat di Asrama Haji Jalan Letjend Sutoyo Nomor 17 Pontianak.

Informasi tersebut disampaikan langsung Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP. Sebelumnya sempat diinformasikan bahwa PLPG diperkirakan akan dilaksanakan pada tanggal 20 September. Ternyata oleh UIN Jakarta pelaksanaannya dipercepat. 
“Surat atau undangan resmi terkait pelaksanaan PLPG, Nomor: Un.01/F1/OT.01.7/1718/2015 tanggal 7 September 2015, sudah dikirim via email kepada seluruh kabupaten/kota,” ujar Samsul, begitu ia akrab disapa, via Handphone, Kamis (10/9/2015).

Berdasarkan surat tersebut, kepada seluruh peserta yang akan mengikuti PLPG diminta untuk membawa surat izin dari pimpinan tempat bertugas, menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter, foto berwarna 3×4 sebanyak 3 lembar untuk ditempel di name tag.

Selain itu, seluruh peserta PLPG juga diminta untuk membawa kalender akademik, silabus dan RPP, membawa buku paket sesuai mapel yang diampu, membawa LKS dan contoh soal ujian akhir semester, membawa pakaian olah raga dan shalat, serta membawa laptop.

Terkait pakaian peserta PLPG, untuk pria menggunakan kemeja putih, celana hitam, berdasi, dan Batik/polos khusus untuk malam. Sedangkan peserta wanita menggunakan atasan putih, bawahan hitam, dan Batik/polos khusus untuk malam hari.

Sementara Pelaksana Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Shalahuddin Marta Yusra, S.HI menyampaikan bahwa peserta PLPG dari Kota Pontianak hanya akan diikuti Sepuluh orang. Ia juga sudah menginformasikan kepada sepuluh guru PAI tersebut untuk segera mempersiapkan segala sesuatunya.

Adapun Sepuluh Guru PAI tersebut atas nama Dede Abdullah, S.Pd.I (SD Bawamai), Munzirin (SMPN 08 Pontianak), Jernihati (SDN 71 Pontianak Barat), Abdul Karim Lubis, S.Pd.I, MA (SMP Mujahidin), Juitasari, S.Pd.I (SMPN 25), Akhyar Achmad (SMP Mujahidin), Diana Ekarini, M.Pd (SMP Islam Al Azhar 17), Uten Panca Liestiana, S.Pd.I (SDS Bawamai), Sartinah (SDS Islamiyah), dan Nurhayati (SDS Islam Sirajun Jadid).

Berdasarkan Daftar peserta PLPG, sepuluh Guru PAI Kota Pontianak tersebut masuk dalam Rombel 6 dan 7. Mereka akan bergabung dengan peserta dari Kabupaten Kubu Raya, Kapuas Hulu, Sanggau, dan Kabupaten Mempawah.*(Sumi/Ptk)

Belajar Menerima Keadaan dan Mensyukuri Hidup

Sabtu, 5 September 2015, 15:50 – http://kalbar.kemenag.go.id
Belajar Menerima Keadaan dan Mensyukuri Hidup


Musibah, ujian atau apa pun namanya tidak seharusnya diratapi atau ditangisi. Melainkan harus disikapi dengan bijak, bersabar serta ikhlas karena Allah SWT. Terpenting adalah bagaimana kita mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap musibah atau ujian tersebut.

Setiap yang kita alami dalam hidup, baik itu yang menyenangkan maupun sebaliknya, sesungguhnya memiliki makna atau hikmah tersendiri. Cuma manusia terkadang lupa untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian yang dialami. Banyak di antara kita langsung meratapi dan berburuk sangka kepada sang khaliq di saat kita diberi ujian yang tidak menyenangkan. Pada hal, mungkin Allah sedang merencanakan hal paling indah yang kita tidak akan pernah menduganya. Allah punya kado spesial untuk hamba-hamba pilihannya.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” [QS. Al ‘Ankabut (29):2]. 

Berkunjung menjenguk Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si di kediamannya, Jalan Tabrani Achmad Komplek Mandau Permai Blok F1, Jumat (4/9/2015), bagi penulis banyak hikmah dan pelajaran berharga yang bisa diambil.

Sekedar mengingatkan, H. Ahmad Hanafi sedang diuji Allah dengan musibah kecelakaan tunggal yang dialaminya beberapa waktu lalu. Akibat kecelakaan tersebut, ia mengalami patah tulang pada betis kaki kanan dan harus dioperasi. Sehingga beliau tidak bisa lagi beraktivitas seperti biasanya.

Sudah lebih dari satu bulan, Hanafi begitu ia akrab disapa, istirahat di rumah. Beliau diminta dokter tidak memaksakan diri untuk latihan jalan dahulu. Karena selain tulang kakinya patah, juga ada urat yang putus. Dikhawatirkan masa pemulihan operasinya akan terganggu. Walhasil, suami dari Isti Qoriyah, S.Ag ini hanya bisa duduk dan ngesot di dalam rumah ditemani istri dan anak-anak tercinta.

Banyak keluarga, teman dan sahabat yang datang menjenguk sebagai wujud empati. Kemudian lebih banyak waktu berkumpul dengan istri dan anak-anak, sehingga rasa kebersamaan dan saling memiliki akan lebih terasa. Apa-apa serba dilayani. Meskipun terkesan tidak mandiri, tapi semua orang akan bisa memaklumi. Bahkan karena beliau belum bisa berjalan, tukang cukur rambut pun datang ke rumahnya untuk mencukur rambut ayah empat anak ini (hehehe). 

“Ada enaknya juga seperti Pak Hanafi. Setiap saat mendapat pelayanan prima,” canda Melati Murni salah satu Pelaksana Penyelenggara Syariah Kemenag Kota Pontianak yang ikut datang berkunjung bersama kami.

Suasana pun jadi riuh tertawa. Mungkin ada benarnya juga. Sungguh, hal tersebut mungkin tidak akan terjadi kalau saja beliau dalam keadaan sehat wal afiyat. Waktu bersama keluarga pasti tidak akan 24 jam. Keluarga, teman dan sahabat biasanya hanya akan datang pas idul fitri dan moment-moment tertentu saja. Dan masih banyak hal lain yang bisa diambil hikmah dan pelajaran dari kejadian ini. 

Saat kami berkunjung, Hanafi beserta istri dan anak-anak pun tampak tegar dan tetap ceria. Bahkan sejak awal pun, istrinya pernah berkata, bahwa semuanya sudah kehendak Allah. Sebagai manusia harus bisa menerima dan menjalani dengan sabar dan ikhlas.

“Jangan menangis, karena tidak akan merubah keadaan yang sudah terjadi. Kita harus kuat dan berdoalah kepada Allah semoga ayah segera diberi kesembuhan,” pinta istri Hanafi kepada anak-anaknya pada saat kecelakaan terjadi. 

Sungguh ucapan yang sangat bijak menurut penulis. Bijak menyikapi keadaan dan ikhlas menjalani hidup. Insya Allah akan lebih mudah melewati ujian atau musibah yang sedang menimpa. Subhanallah. Mungkin tidak akan banyak di dunia ini orang yang bisa tegar dan ikhlas menerima kenyataan ketika diberi ujian yang tidak menyenangkan. Akan tetapi hidup ini adalah pembelajaran. Hidup ini proses. Maka teruslah belajar mengikuti proses hidup. Proses itu baru akan berakhir manakala ajal datang menjemput. 

Buat teman-teman, saudara dan sahabat yang sedang mendapat ujian kesulitan dari Allah, apa pun bentuknya, jangan pernah menyerah. Karena Allah tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya. 

Yakinlah, Allah pasti sedang menguji hamba pilihannya, untuk menaikkan derajat manusia tersebut. Kalau kita diberi ujian kesulitan, ingat dan lihatlah di luar sana masih ada dan masih banyak yang lebih sulit dari apa yang kita alami. Agar kita bisa belajar menerima keadaan dan selalu mensyukuri hidup.*(Sumiati/Pelaksana Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak).

4 GPAI Kota Pontianak Sampaikan Surat Izin Cuti Besar

Jumat, 4 September 2015, 16:36 – http://kalbar.kemenag.go.id



Sebanyak empat Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Pontianak sampaikan surat izin cuti besar. Surat izin cuti tersebut disampaikan karena yang bersangkutan tercatat sebagai Calon Jamaah Haji Kota Pontianak tahun1436 H/2015 M.

Adapun empat Guru PAI tersebut atas nama Masda, S.Pd (Guru PAI SD Negeri 17 Pontianak Kota), Dra. Nasrah (Guru PAI SD Negeri 06 Pontianak Timur), Drs. Mahdi, MT, M.MP (Guru PAI SMK Mandiri Pontianak), dan Drs. H. M. Idrus H. Ismail (Guru PAI SMK Negeri 4 Pontianak).

“Meskipun keempat Guru PAI tersebut diangkat oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, akan tetapi tunjangan sertifikasi keempat Guru PAI tersebut dibayar oleh Kemenag Kota Pontianak. Sehingga mereka diminta untuk menyampaikan/melampirkan surat izin cutinya dari Dinas,” jelas salah satu Pelaksana Seksi PAI, Mustafid.

Lebih lanjut Mustafid mengatakan bahwa surat izin cuti tersebut diminta terkait tunjangan sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang akan dibayarkan kepada mereka. Karena selama yang bersangkutan menunaikan ibadah haji, keempatnya tidak berhak atas tunjangan sertifikasi.

“Pada Bulan Oktober 2015, kita akan kembali melakukan pembayaran TPG periode Juli sampai September 2015. Karena keempatnya menjalani cuti haji, sehingga hanya berhak menerima TPG selama dua bulan. Yakni Bulan Juli dan Agustus 2015,” tambah Pelaksana Seksi PAI, Shalahuddin Marta Yusra, S.H.I.*(Sumi/Ptk)

Kamis, 03 September 2015

Direktorat PAI Gelar Kegiatan Penyempurnaan Panduan PHBI SMA/SMK

Rabu, 2 September 2015, 08:42 – http://kalbar.kemenag.go.id
Direktorat PAI Gelar Kegiatan Penyempurnaan Panduan PHBI SMA/SMK

 
 
Direktorat Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI melalui Subdit PAI pada SMA menyelenggarakan kegiatan Penyempurnaan Panduan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) SMA/SMK. Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 4 dan 5 September 2015, di Hotel Grand Sovia, Bandung Jawa Barat.

Terkait hal tersebut, Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP menyambangi Seksi PAI Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak, Selasa (1/9/2015). Kedatangan Samsul untuk menginformasikan sekaligus menyampaikan undangan kegiatan tersebut.

“Karena undangan ini sudah ada nama pesertanya langsung dari pusat, kami mohon bantuan kepada Seksi PAI Kota Pontianak untuk menyampaikan kepada Guru yang bersangkutan,” kata Samsul ramah sambil menunjukkan salinan undangan kegiatan dimaksud.

Undangan dengan Nomor: DT.I.II/4/HM.01/1441/2015 tanggal 28 Agustus 2015, pada lampiran daftar peserta tertulis nama Drs. Anwar Haryono, M.Pd.I dari SMA Negeri 8 Pontianak, Kalimantan Barat. Anwar menjadi satu-satunya peserta dari Kalbar, sementara 14 peserta lainnya dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Tengah.

Pelaksana Seksi PAI, Sumiati kemudian menyanggupi untuk meneruskan dan menyampaikan undangan tersebut kepada Guru PAI yang bersangkutan. Mengingat hal tersebut sudah menjadi tugas Seksi PAI Kemenag Kota Pontianak.

Selain menyampaikan undangan kegiatan Penyempurnaan Panduan PHBI SMA/SMK, Samsul juga menyampaikan surat terkait perlombaan yang diselenggarakan oleh Badan Perpustakaan, Kearsipan dan Dokumentasi Provinsi Kalbar.*(Sumi/Ptk)

2 GPAI Pontianak Ikuti Pengembangan Ekskul Bagi Pembina Rohis SMK

Selasa, 1 September 2015, 08:58 – Kemenag Kab/Kota Kalbar
2 GPAI Pontianak Ikuti Pengembangan Ekskul Bagi Pembina Rohis SMK

 
 
Nurmi dan Syaikhuddin, dua Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Pontianak mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan Pengembangan Ekstrakurikuler (Ekskul) Bagi Pembina Rohis SMK Tahun 2015. Kegiatan berlangsung di Hotel Rizen, Jalan Raya Puncak KM.83 Kelurahan Cisarua, Kabupaten Bogor Jawa Barat. 

Berdasarkan jadwal, acara akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 31 Agustus sampai 2 September 2015. Kegiatan diikuti oleh para Guru PAI yang aktif di dalam organisasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI SMK. Serta aktif sebagai Pembina Rohani Islam (Rohis) di sekolahnya masing-masing.

Menurut Nurmi, S.Pd.I yang juga adalah Guru PAI SMK Negeri 8 Pontianak ini, acara pembukaan sudah berlangsung Senin Malam (31/8/2015). Dibuka langsung dari Kasubdit PAI Kemenag RI, Drs. H. Sulaiman, M.Pd. 

“Acara dibuka langsung dari Kasubdit PAI Drs. H. Sulaiman, M.Pd. dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa dari pusat ada dana untuk Pengurus MGMP sebesar 35 Juta. Dengan catatan harus mengusulkan proposal terlebih dahulu,” tulis Nurmi Via BBM, Selasa pagi (1/9/2015). 

Oleh karena itu, lanjut Nurmi, seluruh peserta diminta untuk menyampaikan informasi tersebut kepada seluruh Pengurus MGMP PAI SMK di daerahnya masing-masing agar bisa segera menyampaikan proposal kegiatan.

“Acara pembukaan tadi malam lebih banyak share informasi saja,” tulis Nurmi singkat. Sementara Syaikhuddi, S.Pd.I, Guru Kemenag Kota Pontianak yang ditugaskan di SMK Negeri 4 Pontianak ini menyampaikan bahwa setiap peserta diharuskan membawa laptop dan diminta untuk membawa Program Ekskul (Rohis) yang dikembangkan di SMK masing-masing.*(Sumi/Ptk)