Selasa, 04 November 2014

SINKRONISASI DATA EMIS PAIS PONTIANAK SUKSES

Selasa, 4 November 2014, 12:13 – www.kalbar.kemenag.go.id


 
 
Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Senin (3/11/2014) mengadakan Sinkronisasi, Validasi dan Verifikasi Data EMIS PAIS. Kegiatan dilaksanakan di ruang rapat Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Jalan Zainuddin Nomor 4. 

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dibuka langsung Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si. Dalam sambutannya Hanafi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan terakhir yang akan direalisasikan Seksi PAI tahun 2014. 

“Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan sinkronisasi, memvalidasi dan memverifikasi data EMIS Pendidikan Agama Islam yang sudah dibuat oleh Operator EMIS Seksi PAI. Selain itu Kegiatan juga bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antara kita,” tutur Hanafi di hadapan peserta. 

Lebih lanjut alumnus Program Magister Ilmu Sosial Untan Pontianak ini mengatakan bahwa peserta tidak perlu membuat data EMIS dari awal. Karena sudah disiapkan. Tinggal menambah dan mengurangi saja. Atau melengkapi data yang masih kosong. 

Data yang perlu disinkronkan dalam kegiatan tersebut meliputi data tentang Pengawas, Guru PAI PNS dan Non PNS serta jumlah Siswanya. Baik dari tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se Kota Pontianak. Kegiatan diikuti sebanyak sepuluh peserta dari semua jenjang pendidikan. 

Meliputi, enam operator EMIS PAI SD yang mewakili dari Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD dari enam kecamatan di Kota Pontianak. Kemudian dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI tingkat SMP, SMA dan SMK masing-masing satu orang. Terakhir satu orang operator yang menangani EMIS Pengawas. 

Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Diharapkan dari kegiatan ini bisa menghasilkan data EMIS PAIS Kota Pontianak yang Valid dan Akurat serta bisa dipertanggungjawabkan,” harap Hanafi ditemui usai acara Sinkronisasi, Validasi dan Verifikasi Data EMIS PAIS Kota Pontianak.*(Sumi/Ptk)

Senin, 03 November 2014

DOKUMENTASI SINKRONISASI, VALIDASI DAN VERIFIKASI DATA EMIS PAIS KOTA PONTIANAK TAHUN 2014

















DIRJEN PENDIS : PUBLIK BERHAK TAHU PROGRAM PENDIS

Senin, 3 November 2014, 05:42 –www.kemenag.go.id


Bogor (Pinmas) —- Sebagai bagian dari badan publik yang memperoleh amanah untuk melaksanakan program kerja dan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan sumber dana dari APBN, sudah menjadi kewajiban Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk memberikan layanan informasi terkait apa saja yang sudah, sedang, dan bahkan dilakukan.

“Kita bekerja, diberikan amanah untuk melaksanakan agenda atau program Direktorat Jenderal Pendidikan Islam atas biaya negara atau publik. Oleh karena itu, publik juga punya hak terhadap apa yang kita lakukan,” demikian dikatakan Dirjen Pendis Kemenag, Kamaruddin Amin, di Bogor Jawa Barat, Sabtu (01/11) malam.

Keterbukaan informasi memperoleh momentumnya pasca terbitnya UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). UU tersebut mengatur bahwa setiap badan publik, termasuk Kementerian Agama, wajib mengumumkan informasi publik secara berkala. informasi dimaksud antara lain mencakup: informasi yang berkaitan dengan Badan Publik (profile), informasi mengenai kegiatan dan kinerja Badan Publik, informasi mengenai laporan keuangan; dan/atau  informasi lain yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Terkait itu, Kementerian Agama telah membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di setiap unit (KMA 200 Tahun 2012), mulai dari Unit Eselon I, Kanwil, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, sampai kantor Kemenag Kabupaten/Kota.  PPID inilah yang bertugas mengumumkan seluruh Daftar Informasi Publik (DIP) masing-masing satker melalui website secara berkala.

Menyitir penyataan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, mantan Sekretaris Dirjen Pendis itu mengatakan bahwa pengetahuan publik tentang apa yang dilaksanakan Kementerian Agama itu masih sangat kecil, mereka tidak tahu berbagai program yang ada di Kemenag. Bahkan, Kamaruddin mengaku pernah melakukan survey sederhana tentang pengetahuan rakyat Indonesia, diluar stakeholder Kementerian Agama, tentang Pendidikan Islam. Hasilnya, hampir semua orang tidak tahu bahwa di Kementerian Agama ada Pendidikan Islam.

Oleh karena itu, Guru Besar UIN Sultan Alauddin Makassar ini meminta  peserta “Workshop Jurnalistik untuk Pegawai” yang nantinya akan menjadi ujung tombak pemberitaan untuk terus melakukan upaya kongkrit dan langkah produktif  memperkenalkan apa yang selama ini dilakukan, minimal memberitakan pada portal/website Kementerian Agama, baik portal induk,  unit eselon I,  maupun pada masing-masing unit eselon II.

“Sebagaimana diketahui, 84% anggaran Kementerian Agama itu ada pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.  Maka seluruh unsur yang ada di dalamnya wajib menginformasikan ke publik tentang agenda/program yang telah dilaksanakan,” tegas penyandang Doktor dari Universitaet Bonn, Jerman ini.

Website kita, lanjut Kamaruddin, ternyata pemberitaanya masih sangat tidak representatif bila dibandingkan dengan kurang lebih 1.000 (seribu) kegiatan yang telah dilakukan pada tiap tahunnya. “Oleh karena itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk menyampaikan kepada khalayak bahwa kita melakukan sesuatu yang sangat penting,” cetus Kamaruddin penuh semangat.

Mantan dosen Fakultas Adab UIN Alauddin Makasar ini juga berharap bahwa akan ada pemberitaan tentang Pendidikan Islam di media cetak nasional kalau tidak setiap hari minimal seminggu sekali.

“Apakah di mata publik dan juga wartawan, Pendidikan Islam tidak menarik untuk dipublikasikan? Kalau tidak menarik, saya kira tidak masuk akal dikarenakan Dirjen Pendis mengambil porsi 25% dari pendidikan nasional. Kalau Kemendiknas tiap hari ada kolom pendidikan di KOMPAS, mengapa hampir tidak ada pemberitaan tentang Pendidikan Islam pada media itu?” sindir Kamaruddin mencontohkan.

Di akhir arahannya, Alumnus Pesantren As-Adiyah Sengkang ini mengharapakan agar alumni workshop ini menjadi jurnalis bagi unit eselon III-nya masing-masing untuk disampaikan pemberitaannya ke publik, sebagai salah satu pertanggungjawaban moral akan output dari workshop, yaitu berorientasi pada hasil/output, result base management.

“Jangan sampai kegiatan berhasil hanya pada segi administratif dan serapan anggaran saja. Itu sangat naif. Outputnya pun harus berimplikasi ke publik,” tegas Kamaruddin Amin. (p1p0/mkd/mkd)

KEMENAG KIRIM GURU DAN PENGAWAS PAI KE OXFORD UNIVERSITY

Senin, 3 November 2014, 05:28 –www.kemenag.go.id


Serpong (Pinmas) —- Dalam rangka meningkatkan kualitas Guru dan Pengawas PAI, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI), akan mengirim 30 orang guru dan pengawas  PAI ke Oxford University, London, UK. Demikian diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin, saat memberi sambutan dalam seleksi tahap II atau tahap akhir shortcourse metodologi pembelajaran bagi pendidik dan tenaga kependidikan PAI, di Serpong,  Kamis (30/10) lalu.

Kamaruddin mengaku,  program ini merupakan tindak lanjut dari kunjungannya bersama Direktur PAI, Amin Haedari, ke Oxford University, UK, tahun lalu. Hasil dari kunjungan itu, terdapat temuan penting pada sisi siswa dan guru.

“Peserta didik sangat aktif dan responsif dalam pembelajaran, serta memiliki sikap dan karakter yang menonjol. Sedangkan gurunya sangat profesional, yaitu masing-masing guru dapat melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik,” terangnya.

Menurut Guru Besar lulusan Jerman ini, Oxford dipilih selain karena merupakan salah satu dari 5 (lima) perguruan tinggi internasional terbaik, juga unggul dalam pembelajarannya. Seperti di negara-negara Eropa lainnya, pembelajaran pendidikan agama di Inggris diposisikan sebagai instrumen kohesif yang dapat merekatkan warga negara. Hampir tidak pernah ditemukan kekerasan atas nama agama dan intoleransi antar umat beragama.

Di sinilah letak urgensi pengiriman guru dan pengawas PAI ke Oxford. Sebagai agen pembelajaran, lanjut Kamaruddin, Guru PAI diharapkan dapat meningkatkan metodologi pembelajaran, sekaligus memperbaiki pola pikirnya dalam hal toleransi antar umat beragama, multikulturalisme, demokratisasi, dan hak asasi manusia. “Dua hal inilah yang menjadi target pengiriman guru dan pengawas PAI di atas,” tambah Dirjen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur PAI, Amin Haedari menambahkan bahwa pengiriman Guru dan Pengawas PAI ke Oxford University ini merupakan yang pertama bagi Kementerian Agama dalam meningkatkan mutu pendidikan agama di Sekolah. Selama ini, Guru ataupun pengawas PAI masih berkutat dalam program peningkatan kualifikasi dan kompetensi di dalam negeri, baik dalam bentuk program beasiswa, peningkatan kompetensi guru, visiting guru ke daerah-daerah terpencil, maupun apresiasi bagi guru dan pengawas berprestasi.

Setelah melihat proses seleksi shortcourse, Direktur PAI merasa optimis dengan program pengiriman guru dan pengawas PAI ke Oxford ini. Selain memiliki kemampuan berbahasa Inggris, para peserta juga menampakkan keinginan kuat untuk mempelajari bagaimana mengajarkan toleransi, multikulturalisme, demokratisasi dan hak asasi manusia.

“Dengan demikian, Guru dan Pengawas PAI nantinya tidak lagi di pinggiran, tetapi sudah menjadi leader, khususnya di sekolah maupun di rekan sejawatnya,” tegas Direktur.

Terkait seleksi di atas, menurut Ketua Panitia Seleksi, Syafrizal, 30 orang yang terpilih ini disaring dari instruktur-instruktur nasional kurikulum 2013 PAI ditambah Guru dan Pengawas PAI terbaik dari seluruh pelosok Nusantara.
“Rencananya, ketiga-puluh Guru dan Pengawas PAI, plus didampingi para kabid PAI/PAKIS akan diberangkatkan pada awal bulan Desember,” tambah pria yang juga Kasubdit PAI SD. (hanief/mkd/mkd)

UIN JAKARTA KEMBALI UMUMKAN KELULUSAN PLPG

Minggu, 2 November 2014, 10:47 – www.kalbar.kemenag.go.id


Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN SYAHID) Jakarta kembali mengumumkan nama-nama peserta yang dinyatakan lulus Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) PAI tahun 2014. Pengumuman kali ini ditujukan untuk peserta yang mengikuti PLPG tahap V sampai IX.

Seperti biasa, pengumuman diterima Seksi PAI Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak via surat elektronik/email terusan dari Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar. Melalui Pengumuman Nomor : Un.01/F1/HM.00.1/2124/2014 tanggal 30 Oktober 2014 yang dikeluarkan oleh UIN Syahid Jakarta selaku panitia pelaksana PLPG.

Berdasarkan surat/pengumuman tersebut menyatakan kelulusan peserta PLPG dalam jabatan bagi Guru PAI dan Guru Madrasah/RA Rayon LPTK UIN Syahid tahap V sampai IX. Bagi yang dinyatakan belum lulus, dapat mengikuti ujian ulang ke-1 berupa Ujian Tulis Nasional (UTN), Ujian Tulis Lokal (UTL) dan Ujian Peerteaching (UP).

Ujian ulang UTN, UTL dan UP untuk Propinsi Kalimantan Barat akan dilaksanakan pada tanggal 9 November 2014 pukul 09.00 – 16.00 WIB di IAIN Pontianak. Untuk mengikuti UP peserta diminta membawa RPP. Pengumuman kelulusan bisa dibaca di web FITK UIN Jakarta: www.fitk.uinjkt.ac.id. 

Untuk Peserta PLPG dari Kota Pontianak, bisa membaca pengumuman tersebut langsung di Papan Informasi Seksi PAI dan Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Pontianak, Jalan Zainuddin Nomor 4, pada hari dan jam kerja.

Adapun Peserta PLPG PAI Kota Pontianak yang dinyatakan lulus atas nama Catur Rokhman (SMAN 6 Pontianak) dan Ana Supiana (SMP 1 Pontianak).*(Sumi/Ptk)

SINKRONISASI, VALIDASI DAN VERIFIKASI DATA EMIS PAIS PONTIANAK


Sabtu, 1 November 2014, 15:55 – www.kalbar.kemenag.go.id




Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kota Pontianak akan mengadakan Sinkronisasi, Validasi dan Verifikasi Data EMIS PAIS. Kegiatan rencananya akan dilaksanakan Senin (3/11/2014) di ruang rapat Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak.

Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si ditemui Jumat (31/10/2014) mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan terakhir yang akan direalisasikan Seksi PAI tahun 2014. Berdasarkan DIPA, kegiatan hanya untuk delapan peserta.Tapi mengingat kebutuhan, akan diikuti sebanyak sepuluh peserta.

“Di dalam DIPA, kegiatan sinkronisasi, validasi dan verifikasi Data Emis PAIS hanya diperuntukkan untuk delapan orang. Tetapi kami mengambil kebijakan untuk sepuluh orang. Karena disesuaikan dengan jumlah operator EMIS dari KKG PAI SD, MGMP PAI SMP, MGMP PAI SMA/SMK dan Operator yang menangani EMIS Pengawas,” jelas Hanafi.

Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa dari Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD ada enam operator EMIS dari enam kecamatan di Kota Pontianak. Kemudian dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI tingkat SMP, SMA dan SMK masing-masing satu orang. Terakhir satu orang operator yang menangani EMIS Pengawas. 

“Kepada seluruh peserta/operator yang sudah dihubungi, diharapkan bisa hadir tepat waktu.
Agar kegiatan berjalan lancar sesuai rencana,” harap alumnus Program Magister Ilmu Sosial Untan Pontianak ini.*(Sumi/Ptk).

UNTUNG SURYA NARASUMBER WORKSHOP PAI IAIN PONTIANAK

Sabtu, 1 November 2014, 15:42 – www.kalbar.kemenag.go.id


Untung Surya, MA.Pd kembali diundang menjadi salah satu narasumber kegiatan Workshop Pendidikan Agama Islam (PAI). Kali ini, kegiatan dilaksanakan oleh Jurusan PAI, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Sabtu (1/11/2014) di Aula Kanwil Kemenag Kalbar.

Berdasarkan surat dari panitia Workshop Pendekatan Scientific Pembelajaran PAI Nomor: PAN-WSK/04/10/2014 tanggal 28 Oktober 2014, Guru PAI SMA Negeri 1 Pontianak ini diminta untuk memberikan materi Praktek Penyusunan RPP dengan Pendekatan Saintifik dan Praktek Pembelajaran dengan Menggunakan Pendekatan Saintifik.

Selain Untung, narasumber lain yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut adalah Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Pontianak, Dr. Hj. Lailial Muhtifah, M.Pd dan Drs. Fahrul Razi, M.Pd. Kegiatan dimulai pukul 08.00 – 17.30 WIB

Untung yang dihubungi via handphone Sabtu pagi (1/11/2014) mengatakan bahwa dirinya diminta panitia sebagai narasumber yang mewakili praktisi. Sementara dua narasumber lainnya mewakili dari akademisi. Adapun peserta dalam kegiatan tersebut adalah Guru PAI, mahasiswa dan umum.

“Menurut panitia sewaktu meminta kesediaan saya, pesertanya berjumlah 150 orang. terdiri dari Guru PAI, Mahasiswa semester tujuh dan umum,” jelas Untung.*(Sumi/Ptk)