Sabtu, 27 Desember 2014

Catatan Kecil di Hari Ibu

 
Oleh : Sumiati. J, S.Sos.I., M.Si*
 
Kamis, 25 Desember 2014, 12:08 – www.kalbar.kemenag.go.id


 
 
Tulisan ini terinspirasi saat saya terlibat langsung sebagai panitia peringatan Hari ibu, 22 Desember 2014 di Aula Rumah Dinas Walikota Pontianak. Ada beberapa hal yang membuat saya menjadi terenyuh dan terharu. Bahkan saya sempat meneteskan air mata tat kala mendengar dan menyaksikan sendiri kejadian demi kejadian di depan mata. Dan itu sungguh nyata.

Sekitar pukul 09.00 WIB, acara seremonial peringatan Hari Ibu dimulai. Acara berlangsung penuh khidmat, tertib, rapi, dan lancar. Diawali dengan pembukaan oleh MC. Kemudian Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta dan Pembacaan Naskah Pancasila yang dipimpin oleh Inspketur Upacara, Hj. Lismaryani Sutarmidji.

Kemudian pembacaan Pembukaan UUD 1945 dan Pembacaan Sejarah Singkat Hari Ibu oleh petugas. Dilanjutkan Menyanyikan Hymne Hari Ibu, Amanat Inspektur upacara, Menyanyikan Mars Hari Ibu, dan Pembacaan Do’a yang dipimpin Drs. H. Ibnu Masykur dari Kementerian Agama Kota Pontianak. 

Ketika untaian kalimat do’a yang begitu menyentuh dilafazkan oleh H. Ibnu masykur, jujur sebagai perempuan saya merasa beruntung dan bersyukur karena tercipta sebagai perempuan dan bukan laki-laki. Sungguh, Penyuluh fungsional Agama Islam Kantor Kemenag Kota Pontianak ini begitu pandai merangkai untaian kalimat do’a yang menggambarkan betapa mulyanya seorang ibu. 

Dengan intonasi suara yang cukup menyentuh, beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk menghormati makhluk yang bernama ibu. Serta mengajak bermuhasabah untuk melakukan introspeksi diri apakah setiap kita sudah berbuat baik kepada ibu bahkan kepada istri yang juga adalah ibu dari anak-anak kita, ujarnya. Sejenak saya cukup terkesima dengan untaian kalimat doa yang dibacakannya. Subhanallah, seluruh tamu undangan hening seakan ikut larut dengan doa yang dibacakan tersebut. 

Kemudian acara dilanjutkan dengan acara tambahan berupa Penyerahan Penghargaan Lomba Kawasan Berseri dan Penyerahan Penghargaan Lomba Kesatuan Gerak PKK KB Kesehatan. Usai penyerahan penghargaan, dilanjutkan dengan hiburan. 

Hiburan pertama, penampilan seorang gadis kecil berkebutuhan khusus dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Dharma Asih yang menyanyikan lagu Bunda. Dengan segala kekurangannya, gadis kecil tersebut ternyata memiliki suara yang luar biasa. Sehingga membius seluruh hadirin yang spontan ikut bernyanyi bersama. Ibu kandungnya yang ikut mendampingi gadis kecil tersebut terlihat sangat sabar, telaten dan penuh kasih. Meskipun sesekali gadis kecil itu terlihat rewel. 

Untuk kedua kalinya hati saya sangat terenyuh dan tersentuh. Jujur saya sempat meneteskan air mata tatkala melihat kejadian tersebut. Dalam hati saya bergumam, betapa sabarnya ibu itu. Dan betapa beruntungnya gadis kecil itu memiliki ibu yang begitu tulus merawat dan membesarkannya dengan penuh cinta dan kasih meskipun dengan kondisinya yang tidak sempurna. Saya sempat berpikir dengan anak-anak lain yang mungkin tidak seberuntung gadis kecil itu.

Acara hiburan pun berlanjut dengan pembacaan puisi tentang ibu. Untuk ketiga kalinya hati ini terenyuh. Ketika bait-bait puisi tentang ibu dibacakan, hati ini merasa pilu dan tersentuh. Tanpa terasa air mata ini sempat berlinangan. Rasa haru yang saya rasakan, mungkin juga dirasakan oleh ibu-ibu lain. Karena teringat akan masa kecil dulu ketika bersama ibu.

Melihat kejadian demi kejadian tersebut, melalui tulisan ini saya ingin katakan bahwa ibu adalah sosok luar biasa yang begitu berjasa bagi seluruh umat manusia. Sosok yang seharusnya dihormati, dikasihi, dilayani hingga akhir hayatnya. Karena pengorbanan seorang ibu kepada anaknya tidak akan pernah tergantikan dengan apa pun di dunia ini. Meskipun dengan uang milyaran bahkan trilyunan rupiah sekalipun. Sehingga pantaslah kalau pribahasa mengatakan, Kasih Ibu Sepanjang Masa, Kasih Anak sepanjang Galah.

Kemulyaan seorang ibu juga tergambar dalam beberapa Hadits Rasulullah SAW. Diantaranya bahwa Syurga itu berada di bawah telapak kaki ibu. Kemudian, Annisa imaadulbilad (Wanita itu Tiang Negara). Al-ummu madrasatul ula (Ibu adalah sekolah pertama dan utama), tak ada manusia yang tak berguru kepadanya. Bahkan suatu ketika Rasulullah pernah ditanya siapa orang yang harus dihormati? dijawab Rasul, Ibumu sampai tiga kali, baru ayahmu. 

Untuk itu muliakan selalu seorang ibu. Bila ibumu masih hidup, berbaktilah sepenuh hati dan jiwa. Selalu berikan kebahagiaan untuk ibu. Bagi yang sedang menjadi ibu, lakukan pelayanan terbaik untuk anak dan suami secara ikhlas demi keutuhan rumah tangga. Jadilah ibu teladan yang bisa menjadi panutan. Sosok yang seharusnya menjadi pelindung bagi putra-putrinya. Oleh karena itu, menjadi ibu haruslah pintar, sabar, cerdas, berwibawa, penuh kasih dan bijaksana.

Wahai ibu, putra-putrimu menjadi amanah yang ditipkan kepadamu. Menjadi seorang ibu, tidak saja bagi buah hati, tapi juga menjadi mitra suami dalam berbagi suka dan duka. Menjadi tempat berkeluh kesah, menjadi tempat berbagi kebahagiaan. Menjadi penyeimbang dalam setiap persoalan.

Ibu, andai engkau tahu betapa mulianya dirimu, mungkin engkau tidak akan pernah berprilaku yang tidak membuatmu mulia. Andai engkau tahu betapa besarnya peran yang harus engkau jalankan, mungkin engkau tidak akan pernah bisa memejamkan matamu walau hanya sedetik saja. Selamat Hari Ibu.*(Sumiati/Pelaksana Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak)

Penyerahan Motor Dinas Pengawas PAI Kota Pontianak

Kamis, 25 Desember 2014, 12:00 – www.kalbar.kemenag.go.id
 

 
 
Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak telah melakukan penyerahan motor dinas kepada salah satu pengawas PAI, Mawardi, S.Ag. Bantuan Kendaraan roda dua bagi pengawas tersebut melalui DIPA Revisi Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Kota Pontianak, tanggal 4 Desember 2014. 

Terkait hal tersebut, Kepala Seksi PAI, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si ketika dikonfirmasi Selasa (23/12/2014) membenarkan hal tersebut. Penyerahan motor dinas telah dilakukan pada Kamis, 18 Desember 2014 kepada pengawas PAI tingkat SD atas nama Mawardi, jelasnya ramah. 

“Sesuai DIPA, bantuan Kendaraan roda dua bagi pengawas PAI dengan nilai Rp. 17 juta. Mengingat waktunya sangat mepet, sehingga kita benar-benar extra kerja keras untuk membelanjakan uang tersebut,” cerita Hanafi. 

Sehingga lanjutnya, dengan uang yang tersedia akhirnya yang bisa dibeli adalah motor merk Honda Blade. Warna merah hitam. “Saat ini sedang diurus segala administrasi surat menyuratnya oleh pihak ketiga yang membantu pengadaan kendaraan tersebut,” tambahnya.*(Sumi/Ptk)

TPG PAI Non PNS Pontianak Akan Dibayar Tahun 2015

Rabu, 24 Desember 2014, 13:09 – www.kalbar.kemenag.go.id


Tampaknya Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non PNS Kota Pontianak masih harus banyak bersabar. Pasalnya Tunjangan Profesi Guru (TPG) PAI yang pembayarannya melalui DIPA Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar untuk tahun ini (2014) belum bisa dibayar. 

Pembayaran rapel tunjangan Guru PAI Non PNS yang lulus sertifikasi tahun 2008 s/d 2012 rencananya baru akan dilakukan di tahun 2015. Sedangkan pembayaran TPG PAI Non PNS yang lulus sertifikasi tahun 2013 sudah dibayarkan. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP via Handphone Senin (22/12/2014). Dikatakannya bahwa hal tersebut tidak ada unsur kesengajaan. Karena memang waktu pencairan yang sudah mepet, sehingga tidak mungkin dibayar di tahun 2014. 

“Akan tetapi tunggakan tersebut sudah kami anggarkan di dalam DIPA untuk dibayarkan pada tahun 2015. Jadi kami harapkan kepada Guru PAI Kota Pontianak khususnya tidak perlu khawatir,” hiburnya. 

Seperti pernah disampaikannya beberapa waktu yang lalu bahwa anggaran untuk TPG PAI Non PNS tahun 2014 ada di Bidang Madrasah. Hal tersebut disebabkan karena adanya perubahan struktur/pemisahan bidang madrasah dan bidang PAI. Sehingga Bidang PAKIS tidak bisa mencairkannya sebelum dilakukan revisi anggaran. 

Belum dibayarnya TPG atau Tunjangan Sertifikasi bagi Guru PAI Non PNS Kota Pontianak ini membuat Kasi dan pelaksana Seksi PAI selalu mendapat pertanyaan dari guru yang bersangkutan. Baik via SMS, Handphone bahkan ada yang bolak balik datang ke Seksi PAI untuk mempertanyakan hal tersebut. 

Seperti terlihat pada Selasa siang (23/12/2014), Pelaksana Seksi PAI, Sumiati kembali harus menjelaskan dengan sabar kepada salah satu Guru PAI, Darmadi, S.Ag. Menurut Guru SMK Boedi Oetomo Pontianak ini, dirinya baru saja dari Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar mempertanyakan persoalan tersebut. Hal yang paling dikhawatirkannya adalah TPG nya hangus. Karena tahun 2014 sebentar lagi akan berakhir. 

Setelah mendapat penjelasan panjang lebar, akhirnya ia pun memahaminya sembari berharap di tahun 2015 bisa menerima haknya secara utuh. Berdasarkan data dari Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak bahwa Guru PAI Non PNS Kota Pontianak yang belum dibayar TPG atau tunjangan sertifikasinya berjumlah 23 Orang. Tiga orang diantaranya bahkan belum dibayar selama dua tahun (Tahun 2013 s/d 2014). 

Adapun rinciannya, Tahun 2013, ada tiga Guru PAI (yang sebelumnya bermasalah di NRG yang belum terbit). Tahun 2014, ada 21 GPAI yang lulus PLPG tahun 2008 s/d 2012. Dan dua GPAI yang lulus tahun 2013 (sebelumnya juga bermasalah dengan NRG yang belum terbit).

Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut mengatakan bahwa saat ini seluruh NRG Guru PAI Kota Pontianak sudah terbit semua. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak dilakukan pembayaran kepada yang bersangkutan. Karena itu sudah menjadi hak mereka. 

Persoalannya saat ini adalah pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru PAI Non PNS bukan kewenangan Kemenag Kota Pontianak. Karena DIPA nya ada di Kanwil. Sehingga pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Ia pun berharap persoalan tersebut bisa segera diselesaikan.*(Sumi/Ptk)

Mengapa Masih Ada Yang Minum Miras

Minggu, 21 Desember 2014, 02:29 – www.kalbar.kemenag.go.id

ARTIKEL
Oleh : Sumiati. J, S.Sos.I., M.Si*

   
 
 
Masih segar dalam ingatan, beberapa waktu lalu tidak kurang 126 orang jadi korban minuman keras (miras) oplosan di Depok, Sumedang, dan Garut Jawa Barat. Dari 126 korban itu, menurut informasi dari berbagai media massa 28 orang dinyatakan tewas akibat minuman setan itu. Indonesia gempar. 

Bahkan sampai hari ini korban miras terus bertambah di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Entah sudah berapa banyak lagi. Sangat miris. Namun, korban miras bukan baru kali ini saja. Jauh sebelumnya sudah banyak korban jiwa akibat miras atau khamar. Nyawa melayang sudah tak terhingga. Anehnya, masih saja orang mau nenggak minuman yang merusak kesehatan itu. Apakah hukum positif maupun agama tidak mampu menghentikan atau mencegah orang agar tidak lagi meminum khamar atau arak (minuman yang memabukkan)? 

Miras sudah ada bukan hanya di zaman sekarang saja. Jauh sebelum Islam lahir, miras itu sudah ada.
Di masa jahiliyah, banyak masyarakat Mekah nenggak miras tanpa ada yang melarang. Ketika Islam lahir dengan diturunkannya Alquran, barulah miras itu dilarang.

Hal ini tertera dalam AlQuran Surah Al Maidah ayat 90-91. “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan solat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)”.

Allah SWT secara jelas mengharamkan ummat Islam minum miras. Khamar/miras diharamkan karena bisa membuat orang mabuk, lalai, merusak kesehatan, memicu kejahatan dan sebagainya. Kalau sudah hukumnya haram, berarti perbuatan tersebut termasuk kategori dosa besar. Kalau sudah dosa besar ganjarannya adalah neraka. Neraka merupakan tempat paling ditakuti oleh orang-orang beriman bahkan siapapun. Itulah tempat setan beserta pengikutnya. Di tempat itu juga setan dan pengikutnya akan disiksa dengan siksaan sangat pedih yang tidak ada taranya. 

Gambaran tentang neraka sangat menyeramkan. Saking seramnya tak ada bahasa manusia yang bisa menggambarkannya. Seram yang dirasakan manusia di dunia, seramnya akan lebih berlipat ganda kalau di neraka. Mungkin hanya itu yang bisa digambarkan soal neraka itu. Allah telah berjanji, siapa saja yang melanggar perintah atau larangannya, tempatnya pasti di neraka. Perintah ini sangat jelas. Dari sejak kecil, setiap orang Islam pasti diajarkan bahwa yang namanya minuman keras itu hukumnya haram. Baik setetes ataupun satu gelas kalau diminum, hukumnya tetap haram.

Di balik ancaman Allah yang super seram itu, tetap saja ada orang Islam yang meminum miras. Apakah ajaran Islam tidak tertanam sejak kecil? Atau, apakah mereka tidak mengetahui kalau Allah melarang dan mengharamkan miras? Atau juga, apakah dakwah Islam yang banyak disampaikan dan disiarkan lewat masjid, sekolah, televisi, radio, surat kabar atau majalah tidak pernah mereka dapatkan?

Menurut hemat saya, melihat perkembangan zaman sekarang, di mana media dakwah sangat beragam, tidak mungkin tidak ada pesan dakwah yang tidak pernah didengar, dibaca, ditonton oleh mereka. Kecuali, mereka tinggal sendirian di dalam hutan atau di tengah gurun. Cuma, adakah manusia yang bisa hidup sendirian di hutan atau di gurun? Mustahil. 

Itulah fitrah manusia. Ada orang yang sangat mudah untuk diajak ke arah kebaikan. Orang seperti inilah yang mendapatkan hidayah dari Allah. Orang yang mendapat hidayah selalu mencari kebaikan. Puncak pencarian kebaikan adalah menjadi orang takwa. Ia pasti tahu dan paham bahwa Allah tidak melihat jabatan, pangkat, golongan, ganteng, cantik, kaya, atau miskin. Allah hanya melihat takwa. Orang yang bertakwa adalah orang yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi segala larangan Allah. 

Kemudian, ada orang yang susah bahkan sulit untuk diajak pada jalan kebaikan. Walau setiap kali waktu mendengar ajakan kebaikan dan larangan untuk melakukan perbuatan jahat, tetap saja dilakukannya. Inilah yang dinamakan orang yang punya telinga tapi tidak mendengar. Punya mata tapi tidak melihat. Punya hati tapi tidak punya perasaan. Punya otak tapi tidak punya pikiran. Inilah yang dikatakan Allah orang yang selalu merugi. Orang-orang yang tidak mendapatkan hidayah. 

Saya berharap, kita termasuk orang-orang yang selalu mendapat hidayah, dijauhkan dari segala perbuatan-perbuatan maksiat. Dijauhkan dari segala perbuatan haram. 

Saya hanya bisa berdoa, “Ya Allah berikanlah selalu hidayah kepada kami, keluarga dan keturunan kami semua, agar terhindar dari perbuatan haram”. Aamien…*(Sumiati/Pelaksana Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kemenag Kota Pontianak).

Kasi PAIS Kemenag Sintang Silaturahmi di Kemenag Pontianak

Jumat, 19 Desember 2014, 08:24 – www.kalbar.kemenag.go.id


Kamis (18/12/2014) Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak kedatangan tamu dari Kantor Kemenag Sintang. Beliau adalah Kepala Seksi PAIS Kantor Kemenag Sintang, Sukhairi, S.Sos, M.Si. 

Kedatangan Sukhairi diterima langsung Kepala Seksi PAI, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si beserta seluruh stafnya dengan ramah. Terlihat kedua Kasi PAI Kemenag ini kemudian larut dalam perbincangan yang cukup hangat dan akrab. Sesekali keduanya terlihat tertawa bersama. 

Ketika dikonfirmasi maksud dan tujuan kedatangannya di Seksi PAI Kemenag Kota Pontianak, Sukhairi menjawab dengan senyuman bahwa kunjungan tersebut dalam rangka silaturrahmi teman lama. Ia juga mengatakan, sekaligus dalam rangka koordinasi terkait pembinaan kepada Guru PAI dan Pengawas PAI di Kabupaten Sintang yang menjadi binaannya. 

“Sebenarnya saya izin karena ada urusan keluarga di Pontianak. Tapi saya pikir, sekalian saja silaturrahmi dengan Kasi PAI Kota Pontianak. Ya.. boleh dibilang koordinasilah, dalam rangka pembinaan kepada Guru dan Pengawas PAI di Kemenag Sintang,” jawab Sukhairi dengan ramah. 

Sebelum bertemu Kasi PAI Kemenag Pontianak, kedatangan Sukhairi diterima staf/pelaksana Seksi PAI, Shalahuddin Marta Yusra, S.HI dan Sumiati. Kasi PAI Kemenag Sintang ini sempat bertanya beberapa hal terkait laporan bulanan dan berkas laporan pengawas PAI Kota Pontianak penerima tunjangan sertifikasi. 

Setelah melihat laporan bulanan dan beberapa berkas laporan pengawas PAI Kota Pontianak, Sukhairi kemudian meminjam beberapa berkas tersebut untuk difotocopy sebagai contoh.*(Sumi/Ptk)

Selasa, 16 Desember 2014

Himbauan Bersama Kapolresta dan Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak

Minggu, 14 Desember 2014, 21:17 – www.kalbar.kemenag.go.id


Menyambut Hari Raya Natal 25 Desember 2014 dan Tahun Baru 2015, Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Pontianak Kota, Drs. Raden Heru Prakoso dengan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Drs. H. Ja’far. A mengeluarkan Himbauan Bersama.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, himbauan bersama tersebut selalu disampaikan kepada masyarakat dalam rangka mewujudkan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kota Pontianak.

Melalui Surat Edaran Nomor: SE/12/XII/2014, tentang Himbauan Bersama Kapolresta Pontianak Kota dengan Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak Dalam Rangka Menyambut Hari Raya Natal 2014 dan Tahun Baru 2015 tersebut menekankan 13 point penting yang perlu diperhatikan seluruh masyarakat Kota Pontianak.

Adapun 13 point penting tersebut menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Pontianak untuk :

(a) Tetap menjaga stabilitas keamanan di wilayah masing-masing dengan tetap meningkatkan sistim keamanan di lingkungannya (Siskamling) dalam mengisi Tahun Baru 2015;

(b) Dalam melaksanakan kegiatan silaturahmi dan keagamaan, pastikan untuk meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci dan aman dari bahaya pencurian, kebakaran maupun gangguan Kamtibmas lainnya;

(c) Apabila akan bepergian jauh/ke luar kota pastikan meninggalkan rumah dalam keadaan aman dan upayakan menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga atau petugas Pos Satpam setempat agar rumah tetap dalam pengawasan;

(d) Apabila akan menggunakan kendaraan bermotor (mobil atau sepeda motor) pastikan surat menyurat dalam keadaan lengkap, kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan tetap menjaga kesehatan dan stamina tubuh dan bagi pengendara sepeda motor agar menggunakan helm Standar Nasional Indonesia (SNI) demi keselamatan;

(e) Usahakan sepeda motor anda dilengkapi dengan kunci ganda untuk menghindari upaya pencurian dan parkirlah di tempat yang mudah diawasi;

(f) Jangan memaksakan mengendarai kendaraan bermotor dalam kondisi sakit atau mengantuk, pastikan lampu utama motor anda dalam keadaan menyala pada siang hari maupun malam hari;

(g) Dilarang kebut-kebutan dalam megendarai kendaraan bermotor demi keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya;

(h) Jangan memakai perhiasan yang berlebihan di tempat keramaian karena mengundang terjadinya tindak pidana penjambretan;

(i) Dilarang memiliki, menyimpan dan membunyikan petasan dalam bentuk apapun;

(j) Jangan menyalakan kembang api yang mengeluarkan suara ledakan pada saat masyarakat sedang melakukan ibadah;

(k) Berhati-hati dalam memilih makanan (daging, makanan siap saji/kalengan dan makanan impor), perhatikan ciri-ciri makanannya serta tanggal masa berlakunya (kadaluarsa);

(l) Kepada masyarakat khususnya para orang tua agar tetap mengawasi, mengontrol serta membatasi waktu putra/putrinya dalam mengisi malam Tahun Baru 2015;

(m) Agar masyarakat khususnya remaja untuk tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum terutama pengguna Narkoba, Miras, serta Sex Bebas dalam mengisi Malam Tahun Baru 2015 serta pesta yang berlebihan yang dapat mengganggu masyarakat disekitarnya.

Kepada Masyarakat Kota Pontianak, apabila melihat, mengetahui atau menjadi korban kejahatan, laporkan segera kepada aparat Kepolisian terdekat untuk mempercepat penanganan kasus dan dapat menghubungi telepon: 110 atau 0561-734900 (Penjagaan Polresta Pontianak Kota) atau melalui SMS Center Polresta Pontianak Kota di nomor: 0855 – 5000 – 5000.

Melalui himbauan bersama tersebut, Kapolresta Pontianak Kota bersama Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak juga Mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, semoga sukses selalu.

Himbauan Bersama tersebut ditandatangani oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Dja’far. A (NIP. 196112311989031028) dan Kepala Kepolisian Resort Kota Pontianak Kota, Drs. Raden Heru Prakoso (Komisaris Besar Polisi NRP. 65070794).*(Sumi/Ptk)

Sabtu, 13 Desember 2014

ORIENTASI PENGUATAN BAHAN AJAR PAI SE KALBAR

Jumat, 12 Desember 2014, 08:20 – www.kalbar.kemenag.go.id


Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (PAKIS) Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalbar akan mengadakan Orientasi Penguatan Bahan Ajar PAI pada Guru PAI Tingkat TK/PAUD, SD, SMP dan Pengawas PAI Tahun 2014. Kegiatan rencananya akan dilaksanakan 16 sampai 18 Desember 2014, di Asrama Haji Jalan Sutoyo Pontianak. 

Kegiatan orientasi tersebut diketahui melalui surat yang dikirim Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar, Nomor : Kw.14.3/1/PP.03.1/5584/2014, tanggal 9 Desember 2014, Perihal Undangan Peserta Orientasi, yang meminta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kota se Kalbar untuk menugaskan Guru dan Pengawas PAI guna mengikuti kegiatan tersebut.

Berdasarkan lampiran surat tersebut, kegiatan akan diikuti sebanyak 60 peserta dari 14 Kabupaten/Kota se Kalbar. Terdiri dari 5 Guru PAI TK, 20 Guru PAI SD, 11 Guru PAI SMP dan 24 Pengawas PAI

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (11/12/2014) mengatakan bahwa telah menerima surat via email dari Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar terkait kegiatan orientasi tersebut.

Menurut Hanafi, dari Kota Pontianak akan diikuti sepuluh peserta. terdiri dari 2 Guru PAI TK, 2 Guru PAI SD, 2 Guru PAI SMP, dan 4 Pengawas PAI. Terkait kegiatan tersebut ia juga sudah menunjuk dan menugaskan Guru dan Pengawas PAI sebagai peserta yang akan mengikuti kegiatan tersebut.*(Sumi/Ptk)