Senin, 27 Juli 2015

MGMP PAI SMA/SMK Kota Pontianak Gelar Pesantren Kilat

Jumat, 24 Juli 2015, 14:48 – http://kalbar.kemenag.go.id
MGMP PAI SMA/SMK Kota Pontianak Gelar Pesantren Kilat

 
 
Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA/SMK Kota Pontianak menggelar kegiatan Pesantren Kilat untuk Siswa SMA/SMK se-Kota Pontianak. Kegiatan dilaksanakan 24-25 Juli 2015 di Masjid Al-Fattah SMK Negeri 4 Pontianak.

Ketua Panitia Pesantren Kilat, Drs. H. Abdurrochim yang menyampaikan undangan ke Seksi PAI Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Kamis (23/7/2015) mengatakan bahwa kegiatan akan dibuka langsung Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kemenag Kalbar, H. Wildan, SHI.

Lebih lanjut Abdurrochim yang juga adalah Ketua MGMP PAI SMA ini mengatakan, panitia telah meminta Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ja’far. A, M.Si untuk menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

“Saya baru saja bertemu Kepala Kemenag untuk menyampaikan surat undangan sekaligus meminta kepastian beliau untuk menjadi pemateri dalam acara Pesantren Kilat nanti. Alhamdulillah, beliau siap,” tutur Abdurrochim.

Selain Kepala Kemenag Kota Pontianak, beberapa narasumber yang akan memberikan materi dalam kegiatan tersebut antara lain H. Hamdani Sulma, S.Pd; H. Arief Hasbillah, M.Pd; Drs. H. Abd. Syukur Sk; dan H. Syahdan Lazis, M.Pd.I.*(Sumi/Ptk)

Pembinaan Rohis Siswa SMA/SMK

Jumat, 24 Juli 2015, 09:29 – http://kalbar.kemenag.go.id
Pembinaan Rohis Siswa SMA/SMK

 
 
Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kanwil Kementerian Agama Kalbar akan menyelenggarakan Pembinaan Rohani Islam (Rohis) untuk Siswa SMA/SMK. Kegiatan tersebut rencananya akan dilaksanakan 20 Agustus 2015 di Aula Asrama Haji Pontianak.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang Pakis Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP, via Handphone, Kamis (23/7/2015). Ia juga mengatakan bahwa surat resmi terkait kegiatan tersebut sudah dikirim via email dengan nomor surat: Kw.14.3/2/KP.02.2/2968/2015 tanggal 22 Juli 2015.

Lebih lanjut Samsul, begitu ia akrab disapa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut akan diikuti sebanyak 80 Siswa SMA/SMK dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Untuk Kota Pontianak, 25 Siswa SMA dan 20 Siswa SMK. Sedangkan dari Kubu Raya, 20 Siswa SMA dan 15 Siswa SMK.

“Untuk kelancaran kegiatan tersebut, kami mohon bantuan Kemenag Kota Pontianak, khususnya Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk menunjuk dan menugaskan pelajar SMA/SMK guna mengikuti kegiatan tersebut,” pinta Samsul.

Adapun persyaratan dan ketentuan peserta adalah pelajar SMA/SMK, beragama Islam, duduk di kelas XI dan XII, membawa surat tugas dari Kantor Kemenag, dan menyerahkan Pas Photo ukuran 4×6 sebanyak dua lembar kepada panitia.*(Sumi/Ptk)

Kasi PAI Kemenag Pontianak Alami Kecelakaan Tunggal

Kamis, 23 Juli 2015, 10:12 – http://kalbar.kemenag.go.id
Kasi PAI Kemenag Pontianak Alami Kecelakaan Tunggal

 
 
Suka cita Idul Fitri 1436 Hijriyah berubah menjadi duka. Pasalnya Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Ahmad Yani Pontianak, Rabu (22/7/2015).

Akibat kecelakaan tersebut, Hanafi, begitu ia akrab disapa, mengalami patah tulang pada betis kaki kanan. Kejadian berawal ketika ia akan melakukan kunjungan silaturrahim ke rumah Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Pontianak, H. Abdulbar, S.Ag, M.Pd di Sungai Raya Dalam.

Mengingat lokasinya cukup jauh, sehingga sekitar pukul 11.15 WIB, ia meluncur dari Kantor Kemenag Kota Pontianak yang beralamat di Jalan Zainuddin Nomor 4, menggunakan Motor Honda Vario dengan Nomor Polisi KB 6423 W.

Sebelumnya Hanafi sempat mengajak salah satu stafnya Shalahuddin Marta Yusra. Karena satu dan lain hal, Shalahuddin tidak bisa ikut. Sehingga mantan Kasi Penyelengggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Pontianak ini berangkat sendiri menyusul para pegawai lain yang sudah berangkat lebih dulu.

Sekitar pukul11.30 WIB, salah satu stafnya Sumiati mendapat telpon dari Kasi PHU Kemenag Kota Pontianak, H. Ernan yang memberi kabar kalau H. Ahmad Hanafi mengalami kecelakaan dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Ernan juga meminta agar dicek kebenarannya.

Sementara Kasi PD dan Pontren, H. Syamsul Bahri, M.Si juga mendapat kabar dari salah satu temannya yang melihat kejadian tersebut. Setelah berusaha menelpon beberapa kali, akhirnya Hanafi mengangkat handphonenya dan memberi kabar kalau ia kecelakaan dan sedang berada di Rumah Sakit Bhayangkara .

Kabar duka itupun langsung menyebar ke seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kota Pontianak yang langsung beramai-ramai menuju ke Rumah sakit Bhayangkara untuk memberikan dukungan moril kepada H. Ahmad Hanafi.

Tampak hadir pula di Rumah Sakit Bhayangkara, Kepala Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ja’far. A, M.Si, Kasi Pendidikan Madrasah H. Makpul, Kasi PD dan Pontren H. Syamsul Bahri, M.Si serta seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kota Pontianak. 

Dari informasi yang didapat, diketahui bahwa H. Ahmad Hanafi mengalami kecelakaan karena menghindari lubang yang ada di Jalan Ahmad Yani. Persisnya di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pontianak. Lokasinya tidak jauh dari simpang empat menuju Kota Baru. 

Beberapa pegawai mencoba menganalisa kejadian tersebut. Mungkin beliau kaget melihat lubang dan mengerem mendadak, sehingga motornya slip dan menimpa kakinya. Sudah menjadi rahasia umum, kalau motor matic itu remnya hanya di depan saja. Sehingga banyak yang kehilangan keseimbangan.

Untuk penanganan lebih lanjut, Hanafi langsung dirujuk ke Rumah Sakit Soedarso Pontianak. Informasi terakhir dari pelaksana PAI, Mustafid yang menghubungi pihak keluarga mengatakan bahwa pagi ini (Kamis, 23 Juli) sekitar pukul 10.00 WIB akan dilakukan operasi oleh dokter.*(Sumi/Ptk)

Hari Pertama Masuk Kantor Di Kemenag Pontianak

Kamis, 23 Juli 2015, 10:07 – http://kalbar.kemenag.go.id
Hari Pertama Masuk Kantor Di Kemenag Pontianak

 
 
Hari pertama masuk kantor pasca Idul Fitri 1436 Hijriyah, aktivitas pegawai di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak berjalan seperti biasa. Usai mengikuti Apel Pagi, seluruh pegawai bersalam-salaman di halaman Kantor Kemenag Kota Pontianak. Setelah itu, seluruh pegawai kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan aktivitas kantor. 

Banyak pekerjaan kantor yang sempat tertunda sebelum cuti bersama lebaran harus diselesaikan. Seperti terlihat di Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kemenag Kota Pontianak, Rabu (22/7/2015) seluruh pelaksana bekerja seperti biasa. Terutama menyelesaikan tugas-tugas kantor yang berkaitan dengan pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru yang sempat tertunda. 

“Sebelum idul fitri kemaren, masih ada empat kelompok yang masih belum cair Tunjangan Profesi Guru (TPG) nya. Kita sudah upayakan semaksimal mungkin, tapi karena aplikasi OM SPAN KPPN sempat bermasalah, sehingga sampai menjelang cuti lebaran juga belum bisa cair,” kata Kasi PAI, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si ditemui Rabu Pagi di Kemenag Kota Pontianak.

Lebih lanjut Hanafi menjelaskan, empat kelompok yang belum cair TPG nya adalah dua kelompok Guru PAI SD Dinas, satu kelompok Guru PAI Kemenag, dan satu kelompok Guru PAI Non PNS. Sedangkan yang lainnya sudah tidak bermasalah. 

“Sebelum cuti lebaran kemaren, petugas pengantar SPM berkali-kali bolak balik ke KPPN memperbaiki kesalahan pengajuan usulan pencairan anggaran. Termasuk usulan pencairan TPG PAI. Kita juga bingung, sebelumnya tidak pernah terjadi seperti itu. Mungkin karena terlalu banyak pengajuan sehingga aplikasinya error,” timpal Shalahuddin salah satu pelaksana Seksi PAI

Lebih lanjut Shalahuddin mengatakan, pengajuan sebelumnya (pencairan TPG PNS periode Januari sampai Maret 2015) tidak bermasalah. Tapi, pas diusulkan kemaren jadi bermasalah. Pada hal dengan nama dan rekening yang sama. Sehingga harus diperbaiki lagi. 

“Mudah-mudahan usai lebaran ini semua pencairan TPG PAI baik PNS maupun Non PNS bisa segera diselesaikan,” harap Hanafi, sembari mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin.*(Sumi/Ptk)

Artikel : Catatan Akhir Ramadhan

Kamis, 16 Juli 2015, 10:38 – http://kalbar.kemenag.go.id
Artikel: Catatan Akhir Ramadhan
Oleh: Sumiati J, S.Sos.I, M.Si*

 
 
Hampir satu bulan sudah Umat Islam melaksanakan puasa Ramadhan. Rasa lapar, haus dan dahaga seolah sudah menjadi kebiasaan. Tidak terasa bulan penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari siksa neraka tersebut akan segera berlalu. Berganti dengan hari raya kemenangan, Idul Fitri 1436 Hijriyah. 

Ada perasaan pilu ketika membayangkan bahwa Ramadhan akan pergi. Ada rasa sedih yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Rasa itu semakin begitu kuat mengganggu hati dan pikiran, apa lagi ketika berada di penghujung Ramadhan. Apa mungkin kami akan bertemu kembali Bulan Ramadhan di tahun yang akan datang? Semuanya kami pasrahkan kepadamu Ya Allah Azza Wajalla.Sang pemilik rahasia seluruh alam semesta.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri, suka cita masyarakat tampak begitu terasa. Semua pusat perbelanjaan penuh sesak oleh pengunjung yang berbelanja untuk persiapan hari raya kemenangan tersebut. Luar biasa. Bahkan masjid-masjid pun tampak sepi oleh jamaah. Fenomena tersebut mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Penuhnya masjid oleh jamaah hanya terjadi di awal sampai pertengahan ramadhan saja. Sedangkan di sepuluh hari terakhir, biasanya masjid sudah tidak begitu menarik lagi untuk jamaah. Hanya sebagian kecil saja jamaah yang istiqomah untuk tetap melakukan Shalat Tarawih dan Witir di masjid. Bahkan melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Sementara jamaah lainnya sibuk mempersiapkan diri untuk menyambut hari raya lebaran. Mereka sibuk berbelanja pakaian, berbelanja kue lebaran, serta pernak-pernik untuk persiapan menghias rumah dan lainnya. Semuanya seolah menjadi kebiasaan yang sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Bahkan hal tersebut seolah menjadi kewajiban. 

Salahkah mereka yang lebih tertarik untuk mempersiapkan lebaran? Atau sudah benarkah mereka yang lebih memilih i’tikaf di masjid? Hanya Allah yang maha mengetahui. Sebagai sesama manusia, saya merasa tidak layak untuk menilai manusia lain. Karena bisa jadi yang kurang baik dalam pandangan manusia, justru baik dalam pandangan Allah, begitu sebaliknya.

Dalam berbagai literatur dijelaskan bahwa sesungguhnya sangat merugi bagi siapa saja yang tidak memanfaatkan sepuluh hari terakhir Ramadhan dengan meningkatkan amal sholeh. Malam yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yakni malam Lailatul Qadar. Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan tepatnya malam itu datang. Sehingga banyak yang berharap bisa bertemu dengan malam mulia tersebut. Karena belum tentu kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan di tahun yang akan datang. 

Bahkan Rasulullah SAW pada sepuluh hari terakhir Ramadhan ini memberikan uswatun hasanah kepada ummatnya dengan meningkatkan amaliah ibadah beliau yang tidak beliau lakukan pada hari-hari lainnya. 

Dikisahkan oleh Ummul Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tentang Nabi SAW pada sepuluh terakhir Ramadhan: “Adalah Rasulullah SAW apabila memasuki sepuluh hari terakhir Ramadhan, beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau), menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” (Muttafaqun ‘alaihi).

Di tengah kesibukan masyarakat menyambut lebaran, ada satu hal yang cukup membanggakan. Menjelang akhir Ramadhan seluruh masjid tampak sudah siap dengan panitia atau Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Sehingga masyarakat muslim bisa kapan saja menunaikan kewajiban membayar zakat fitrah, zakat maal, infak dan shadaqahnya di masjid terdekat.

Semoga sesibuk apa pun kita, tidak lupa untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan kita dengan menunaikan kewajiban zakat fitrah khususnya, juga zakat maal, infak dan shadaqah. Karena zakat merupakan rukun Islam ketiga. Sedangkan zakat fitrah adalah zakat diri yang diwajibkan atas setiap individu muslim yang mampu dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan. 

Akhirnya, Ya Allah, terimalah seluruh amal ibadah ramadhan kami tahun ini. Jadikanlah kami manusia yang berhak menyandang predikat takwa seperti yang engkau janjikan di dalam ayat-ayatmu. Pertemukan pula kami kembali dengan bulan mulia ini di tahun yang akan datang. Amien Ya Rabbal ‘Alamin.*(Sumiati/Pelaksana Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Pontianak).

Distribusi THR KPN Kopenda Pontianak Lancar

Jumat, 10 Juli 2015, 15:34 – http://kalbar.kemenag.go.id
Distribusi THR KPN Kopenda Pontianak Lancar

 
 
Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu yang paling ditunggu seluruh anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kopenda Kementerian Agama Kota Pontianak. Tentunya selain Sisa Hasil Usaha (SHU). Pasalnya THR hanya diberikan setahun sekali menjelang idul fitri. Meskipun nominalnya tidak sebesar THR untuk pegawai swasta yang bisa mencapai satu bulan gaji. 

Jumat (10/7/2015), sekitar pukul 08.00 WIB pagi, anggota Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Kopenda Kementerian Agama Kota Pontianak mulai berdatangan untuk mengambil THR. Pembagian THR dilakukan oleh Sekretaris dan wakil Sekretaris Koperasi Shalahuddin dan Sumiati. 

Satu persatu, anggota koperasi antri menunggu giliran untuk mengambil THR-nya. Sehingga suasana tampak tertib. Ditambah lagi hampir seluruh anggota sudah memiliki kartu anggota koperasi. Sehingga pelayanan lebih mudah dan cepat. Tidak perlu lagi harus mencari satu persatu dari 461 nama yang tertera di daftar penerima THR tersebut.

Tampak ikut antri juga anggota yang non Islam. Walaupun mereka tidak berlebaran, tapi mereka ikut mendapatkan THR sama seperti anggota yang muslim. Karena memang tidak ada THR pas Natal maupun hari raya umat beragama lainnya. 

Sekretaris koperasi, Shalahuddin Marta Yusra, SHI mengatakan bahwa pembagian THR sudah berlangsung sejak Selasa (7/7/2015). Tapi khusus untuk pegawai di lingkungan Kantor Kemenag Kota Pontianak ataupun anggota koperasi yang kebetulan datang ke kantor. 

Seperti para pensiunan dan Guru Agama. Sedangkan untuk anggota koperasi secara umum, sesuai pengumuman sebelumnya, THR mulai dibagikan 8 Juli 2015. Diberikan berjenjang sesuai dengan lamanya masa keanggotaan.

“Berdasarkan kesepakatan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun buku 2014, THR diberikan berjenjang. Sesuai dengan lamanya masa keanggotaan. Minimal masa keanggotaan tiga bulan,” jelas Shalahuddin yang juga Pelaksana Seksi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kota Pontianak ini ramah.

Lebih lanjut Alumnus STIS Pontianak ini menjelaskan, untuk masa keanggotaan 3 – 6 bulan diberikan 50 ribu rupiah. Masa keanggotaan 7 – 12 bulan, 100 ribu rupiah. Masa keanggotaan 13 – 24 bulan, 150 ribu rupiah. Terakhir, masa keanggotaan 25 bulan keatas, 200 ribu rupiah. 

“Pembagian THR kepada anggota akan diberikan sampai sebelum libur Idul Fitri. Bagi yang belum sempat mengambil sebelum lebaran, bisa mengambilnya setelah lebaran,” tambah Shalahuddin.*(Sumi/Ptk)

Koordinasi Lintas Sektoral Kemenag dan Dinas Pendidikan Kota Pontianak

Jumat, 10 Juli 2015, 15:33 – http://kalbar.kemenag.go.id
Koordinasi Lintas Sektoral Kemenag dan Dinas Pendidikan Kota Pontianak

Kamis Siang (9/7/2015), Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak kedatangan tamu dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak.
Kedatangan utusan dari dinas pendidikan tersebut untuk melakukan koordinasi terkait penempatan Guru PAI di beberapa SMA Kota Pontianak. 

Ibu yang bernama lengkap Heny Sutiany, M.Pd ini diterima langsung Koordinator Pelayanan Guru PAI SMA/SMK, Sumiati J, S.Sos.I, M.Si. Setelah berbincang beberapa saat, selanjutnya diarahkan langsung untuk bertemu Kepala Seksi PAI, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si. 

Sebelum masuk ke ruangan Kepala Seksi PAI, ibu yang juga adalah Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak ini sempat melihat papan data elektronik yang menampilkan data base jumlah Guru PAI se-Kota Pontianak, dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK.

Papan Data tersebut menampilkan jumlah Guru PAI Laki-laki dan Perempuan yang diangkat oleh Kemenag dan Dinas. Baik yang sudah lulus sertifikasi maupun yang belum lulus sertifikasi. Selain itu juga menampilkan data Guru PAI Non PNS yang lulus sertifikasi serta perkembangan jumlah Guru PAI empat tahun terakhir.

Sesaat ibu berjilbab tersebut ingin memotret slide yang ditampilkan di papan data. Menurutnya data tersebut sangat bagus, sesuai dengan yang dibutuhkannya. Sehingga ia meminta print out data tersebut untuk mensinkronkan data yang ada di dinas Pendidikan. 

Kemudian ia bertemu langsung dengan Kasi PAI dan menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya. Intinya mengajak bekerjasama dalam penempatan Guru PAI di seluruh sekolah yang ada di Kota Pontianak. Serta meminta data Guru PAI Kemenag yang ditempatkan di beberapa SMA/SMK bahkan Guru PAI SD dan SMP se-Kota Pontianak. 

Selain meminta data jumlah Guru PAI Kemenag, ia juga meminta nama guru dan sekolah tempat Guru tersebut ditugaskan. Sebelum utusan dari Dinas Pendidikan tersebut pamit pulang, Kasi PAI, Ahmad Hanafi meminta kepada staf/pelaksananya untuk memberikan data yang diperlukan.*(Sumi/Ptk)