Jumat, 06 Februari 2015

Pemindahan Setoran Lunas BPIH Di Tiga Bank Syariah

Jumat, 6 Februari 2015, 09:28 – http://kalbar.kemenag.go.id
Pemindahan Setoran Lunas BPIH Di Tiga Bank Syariah

Mulai tahun 1436 H/2015 M dan seterusnya pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dipindahkan ke tiga bank syariah. Yakni Bank Syariah Mandiri,BNI Syariah dan BRI Syariah.

Bagi Calon Jemaah Haji (CJH) yang telah melakukan pembayaran setoran awal di tiga eks Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI untuk segera melapor ke BPS-BPIH yang ditunjuk yakni Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah dengan membawa bukti setoran awal asli (warna putih).

Informasi tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, H. Ernan, S.Ag., M.Si di ruang kerjanya, Kamis (5/2/2015).

Lebih lanjut Ernan, begitu ia akrab disapa mengatakan, hal tersebut berdasarkan surat dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI Nomor: Dt.VII.IV/1/KU.00/5082/2014 tanggal 25 Nopember 2014 tentang pemindahan setoran lunas BPIH.

Surat tersebut juga meminta agar kebijakan tentang pemindahan setoran lunas BPIH dapat disosialisasikan kepada para calon jamaah haji di seluruh Indonesia. Menindaklanjuti hal tersebut Ernan dan para staf/pelaksananya telah menginformasikan kepada KBIH juga CJH yang datang berurusan di kantornya.

“Sampai hari ini kita sudah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Baik melalui KBIH maupun langsung kepada calon jamaah haji yang datang berurusan,” jelas Alumnus Program Magister Ilmu Sosial Untan Pontianak ini.

Kepada CJH Kota Pontianak yang ingin mendapatkan Informasi lebih lengkap terkait hal tersebut, silahkan datang langsung ke Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Kota Pontianak, Jalan Zainuddin Nomor 4, pada hari dan jam kerja.*(Sumi/Ptk)

Kunjungan Kepala Kemenag Sanggau di Kemenag Kota Pontianak

Jumat, 6 Februari 2015, 09:20 – http://kalbar.kemenag.go.id


Kamis (5/2/2015) Seksi Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak mendapat kunjungan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sanggau, H. M. Natsir, M.Ag.

Kedatangan pejabat nomor satu dari Kemenag Sanggau tersebut disambut dengan ramah Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si di ruang kerjanya. Keduanya saling berjabat tangan dan menanyakan kabar masing-masing.

Beberapa saat kemudian kedua pejabat berbeda eselon tersebut tampak terlibat dalam perbincangan yang cukup hangat. Dari masalah tugas-tugas kedinasan sampai berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Sesekali keduanya tampak tertawa bersama.

Ketika dikonfirmasi terkait kunjungannya tersebut, sambil tersenyum M. Natsir menjawab, silaturrahim teman lama saja. Karena kebetulan ia baru saja selesai mengikuti Rapat Koordinasi di Kantor Gubernur Kalbar bersama beberapa pejabat dari Kabupaten Sanggau.

Sebenarnya sosok M. Natsir, begitu ia biasa disapa, sudah tidak asing lagi di Kantor Kemenag Kota Pontianak. Karena beberapa waktu yang lalu ia pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pekapontren. Kemudian beliau dipindahtugaskan ke Kanwil Kemenag Kalbar.

Ketika ditanya tentang suka dukanya bertugas di kabupaten yang jauh dari Ibu Kota Provinsi Kalbar, pria yang pernah bertugas sebagai Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ketapang ini menjawab dengan ramah bahwa Suka duka itu pasti ada.

“Suka dan duka bertugas di daerah itu pasti ada. Dukanya yang paling terasa berpisah jauh dengan keluarga. Kalau sukanya, saya itu orangnya senang mengembara ke kampung-kampung. Karena mungkin basic saya pramuka. Jadi kalau ada kunjungan ke daerah-daerah pedalaman saya enjoy saja,” cerita Natsir.

Bahkan, lanjut Natsir, ia biasa menginap di rumah penduduk atau pun Pegawai Kemenag kalau kebetulan ia berkunjung di suatu daerah/kampung dan tidak memungkinkan untuk pulang.

Disinggung kesiapannya untuk dipindahtugaskan ke daerah lain, dijawabnya dengan santai bahwa dirinya siap ditugaskan di mana saja. Karena sebagai PNS (sekarang, ASN) harus siap ditugaskan di manapun, jawabnya bijak.(Sumi/Ptk)

Kamis, 05 Februari 2015

Bersiap Terima Mahasiswa Perdana, UNU Kalbar Jajaki Calon Kampus II

Kamis, 5 Februari 2015, 14:09 – http://kalbar.kemenag.go.id

Kabar gembira disampaikan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalbar, Dr. Agung Hartoyo, M.Pd. Pasalnya UNU Kalbar sudah diresmikan oleh Wapres Jusuf Kalla (JK) pada 31 Januari 2015 di Kantor PBNU Jakarta. Peresmian tersebut bersamaan dengan peresmian 23 UNU se-Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan pengurus UNU Kalbar via rilis yang dikirim Rabu (4/2/2015). Melalui rilis tersebut juga disampaikan bahwa tahun ini juga UNU Kalbar siap menerima mahasiswa perdana.

Pasca diresmikan oleh JK, UNU Kalbar terus berbenah. Diantaranya persiapan untuk kampus II UNU. Karena Kampus I UNU yang ada di Gang Jeruk, Jalan KH. Ahmad Dahlan Pontianak masih dirasa belum cukup untuk menampung calon mahasiswa. Sehingga perlu menjajaki calon Kampus II UNU.

“Kampus I UNU ada di Gang Jeruk Jalan KH. Ahmad Dahlan. Untuk tahun pertama kampus tersebut masih memungkinkan. Tapi, untuk tahun kedua, jelas tidak bisa. Sebab, ruang kuliah yang kita miliki masih minim. Sebagai antisipasi kita mempersiapkan kampus II,” kata Rektor UNU Kalbar, Dr. Agung begitu ia biasa disapa.

Sehingga pada Rabu (4/2/2015), Agung beserta beberapa pendiri UNU Kalbar meninjau Auditorium RRI bersama Kepala Stasiun RRIPontianak, Dra. Redno Desy Swasri, M.Si. Penjajakan Auditorium RRI Itu berdasarkan rekomendasi dari Ketua PWNU Kalbar, M. Zeet Hamdy Assovie.

“Sebelumnya sudah ada pembicaraan antara Pak Ketua NU dengan Kepala Stasiun RRI soal rencana peminjaman auditorium untuk Kampus II UNU. Sekarang, kita diminta untuk meninjau dulu gedung ini apakah bisa dijadikan tempat perkuliahan,” ujar dosen FKIP Untan Potianak ini saat meninjau Auditorium RRI di Jalan Maluku Pontianak Selatan.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar ini juga mengatakan bahwa hasil dari penjajakan tersebut akan disampaikan kepada M. Zeet yang juga Sekda Kalbar. Keputusan tentu diserahkan kepada M. Zeet selaku Ketua PWNU Kalbar sekaligus Ketua Badan PembinaUNU Kalbar.

Sementara itu, Kepala Stasiun RRI Pontianak, Dra. Redno Desy Swasri, M.Si menyambut baik UNU Kalbar yang ingin menjadikan auditorium sebagai tempat perkuliahan. Pada prinsipnya tidak ada persoalan. Apalagi ia sudah berbicara langsung dengan M. Zeet soal rencana tersebut.

“Terus terang, gedung audit ini sudah lama kosong dan tidak difungsikan. Sangat sayang apabila gedung semegah ini tidak berfungsi. Kalau ada yang mau menggunakannya untuk kepentingan pendidikan, tentu saya pribadi menyambut baik,” papar Redno.

Setelah meninjau auditorium, Agung yang didampingi anggota pendiri UNU Kalbar, Rosadi Jamani, S.Ag., M.Si, Jasmin Haris, M.Pd, Syaiful Alaydrus, SE, dan Pak Tan menggelar rapat di Sekretariat UNU. Dalam rapat tersebut akan segera melaporkan hasil penjajakan tersebut kepada Ketua Pembina UNU Kalbar.

Rapat tersebut juga membicarakan persiapan UNU Kalbar untuk menyambut kedatangan tim dari Direktorat Perguruan Tinggi (Dikti). Kedatangan tim Dikti untuk melakukan site visit atau visitasi eksternal yang diperkirakan pada Maret 2015.

“Kemarin kita sudah melakukan visitasi internal. Semua sudah kita laporkan ke Dikti. Sekarang, tinggal menunggu tim visitasi eksternal dari Dikti yang diperkirakan Maret depan. Kita persiapkan dari sekarang agar nanti tidak kelabakan,” ujar Agung.

Sesuai izin, UNU Kalbar langsung membuka empat fakultas dengan 10 program studi (Prodi). Yakni, Fakultas Pertanian dengan Prodi Agribisnis, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknologi Budidaya Hasil Perikanan dan Agro Teknologi.

Kemudian, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Matematika, dan Bahasa Inggris. Kemudian, Fakultas Ekonomi dengan Prodi Akuntansi. Terakhir Fakultas Teknik dengan Prodi Sistem Informatika dan Ilmu Lingkungan.*(Sumi-r/Ptk)

Syafe'i Pimpin MGMP PAI SMP Kota Pontianak

Kamis, 5 Februari 2015, 14:04 – http://kalbar.kemenag.go.id


Setelah masa kepengurusan Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (MGMP-PAI) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Pontianak periode sebelumnya berakhir, kini seluruh guru sepakat untuk memilih Syafe’i, S.Ag sebagai Ketua MGMP-PAI SMP yang baru menggantikan Nurhaidin, M.Pd.I.

Guru PNS (Sekarang, Aparatur Sipil Negara) yang diangkat Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak ini dipercaya untuk memimpin MGMP-PAI SMP Kota Pontianak untuk Periode 2015-2019. Posisi Wakil Ketua dijabat oleh Mansyur, S.Ag.

Sedangkan posisi Sekretaris, Achmad Naufal Fakhruzi, Lc. Wakil Sekretaris, Pri Hartini, S.Ag. Sementara Posisi Bendahara dipercayakan kepada Siti Sarifah, S.Ag dan Wakil Bendahara, Maisarah, S.Ag.

Terpilihnya Syafe’i sebagai Ketua MGMP-PAISMP cukup unik. Karena sebelumnya ia justru tidak mencalonkan diri sama sekali. Yang terpilih justru Mansyur, S.Ag yang notabene adalah sahabatnya sendiri.

“Setelah terpilih, Mansyur mengundurkan diri. Ia tidak bersedia untuk menjadi ketua. Kalau menjadi wakil, ia bersedia. Singkat cerita, akhirnya saya yang diminta teman-teman untuk menjadi ketua,“ cerita Syafe’i saat bertandang di Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Rabu siang (4/2/2015).

 Guru PAI SMP Negeri 5 Pontianak ini pun mengatakan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah bagi dirinya. Untuk itu ia mohon dukungan semua Guru PAI SMP baik yang PNS maupun Non PNS untuk bersama-sama menjadikan organisasi MGMP-PAI SMP sebagai wadah berkumpulnya Guru PAI SMP untuk maju bersama.

Kedatangan guru agama yang selalu tampil rapi ini di Seksi PAI guna mengkonsultasikan tentang syarat untuk mendapatkan Surat Keputusan (SK) Kepala Kemenag tentang Pengurus MGMP-PAI SMP yang dipimpinnya.

Syafe’i terpilih sebagai Ketua MGMP-PAI SMP pada pemilihan yang dilaksanakan tanggal 9 Januari 2015, di SMP Negeri 6, Jalan Purnama Pontianak. Dihadiri sekitar 60 Guru PAI SMP Se Kota Pontianak.*(Sumi/Ptk)

Rabu, 04 Februari 2015

Pengangkatan Pengawas PAI Pada Sekolah

Selasa, 3 Februari 2015, 08:44 – http://kalbar.kemenag.go.id


Masih minimnya jumlah Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di seluruh Kabupaten/Kota di Kalbar menyebabkan tugas pengawas masih belum maksimal. Untuk memenuhi kekurangan tersebut, Kasi PAIS, Pendis dan Pakis Kabupaten/Kota diminta untuk mendata Guru PAI yang berminat untuk menjadi calon Pengawas PAITahun 2015.

“Kami sudah menerima surat via email dari Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar terkait pengangkatan Pengawas PAI. Selanjutnya kami diminta untuk mendata GuruPAI yang berminat untuk diusulkan menjadi pengawas,” kata Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M,Si di ruang kerjanya, Senin (2/2/2015).

Berdasarkan surat tersebut, ada beberapa syarat pengajuan yang harus dilengkapi untuk diajukan ke Kanwil Kemenag Kalbar guna mendapatkan rekomendasi dari Kanwil. Di antaranya adalah berstatus guru aktif dengan melampirkan surat keterangan dari Kepala Sekolah, melampirkan foto copy ijazah pendidikan minimal S1 yang dilegalisir.

Selain itu, melampirkan surat keterangan keterampilan keahlian bidang kepengawasan, Pangkat Golongan minimal III/c, usia paling tinggi 55 tahun, surat keterangan lulus calon seleksi pengawas dari Kanwil Kemenag Kalbar, surat keterangan STTPP dari Pusdiklat Jakarta, melampirkan surat keterangan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) 2 tahun terakhir.

Usulan juga dilengkapi dengan melampirkan foto copy SK terakhir, kartu pegawai dan Sertifikat Pendidik yang dilegalisir. Serta surat permohonan untuk diangkat sebagai pengawas PAI dari guru yang bersangkutan ditujukan kepada kepala sekolah. Kemudian rekomendasi dari kepala sekolah dengan persetujuan Pokjawas PAI.

Bagi guru yang diangkat oleh Dinas Pendidikan, maka harus melampirkan rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Kemudian diajukan ke Kanwil Kemenag untuk memperoleh rekomendasi dan selanjutnya di SK kan oleh Walikota/Bupati.

Sementara bagi guru yang diangkat oleh Kemenag, maka harus melampirkan rekomendasi dari Kemenag Kabupaten/Kota kemudian diajukan ke Kanwil Kemenag untuk memperoleh SK Kanwil. Pemberkasan untuk calon pengawas PAI tahun 2015 paling lambat sudah diterima Kanwil Kemenag Kalbar pada minggu keempat bulan Februari 2015.

“Kepada Guru PAI Kota Pontianak yang berminat dan telah memenuhi syarat disilahkan untuk segera melengkapi berkas tersebut. Info lebih lanjut silahkan datang langsung ke Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Jalan Zainuddin Nomor 4, pada hari dan jam kerja,” ujar Hanafi.*(Sumi/Ptk)

Ja'far: Pelaksanaan HAB di Kemenag Pontianak Sempurna

Jumat, 30 Januari 2015, 09:54 – http://kalbar.kemenag.go.id


Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pontianak, Drs. H. Ja’far. A, M.Si menilai bahwa peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kemenag ke-69 Kota Pontianak tahun ini sempurna. Apresiasi tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara pembubaran panitia di Aula Kemenag Kota Pontianak, Kamis (29/1/2015).

“Alhamdulillah, pelaksanaan HAB tahun ini saya nilai sempurna. Seluruh rangkaian acara berjalan sukses. Termasuk upacara HAB. Kekompakan dan kerjasama seluruh pegawai cukup baik. Kebersamaan begitu terasa terutama pada saat acara syukuran dan ramah tamah. Inilah gambaran kebersamaan dan persatuan kita,” katanya di hadapan seluruh Panitia.

Ja’far kemudian mengatakan bahwa tahun ini untuk yang ketiga kalinya Kemenag Kota Pontianak menggelar peringatan HAB sendiri. Termasuklah pelaksanaan Upacara HAB tanggal 3 Januari yang dipusatkan di MTs Negeri 1 Pontianak.

“Tahun ketiga ini sempurna. Selamat untuk Pak Ernan sebagai ketua panitia. Semoga Allah memberkahi Pak Ernan beserta keluarga juga seluruh panitia yang telah berhasil melaksanakan rangkaian peringatan HAB Kemenag tahun ini,” kata Ja’far sambil mengulurkan tangannya sebagai ucapan selamat kepada H. Ernan yang kemudian disambut tepuk tangan seluruh panitia.

Dengan antusias Alumnus Program Magister Ilmu Sosial Untan Pontianak ini juga mengatakan bahwa Upacara HAB yang dilaksanakan tanggal 3 Januari juga menjadi syiar kepada masyarakat bahwa Kemenag juga bisa menyelenggarakan upacara, sama seperti instansi pemerintah yang lain.

“Satu hal yang mungkin ke depan perlu disiapkan. Harus ada laporan prestasi, baik pestasi kantor/pegawai, KUA maupun Madarasah yang dibacakan seperti tahun pertama kita melaksanakan upacara sendiri. Kemudian laporan prestasi tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kota Pontianak,” kata suami dari Hj. Ratna Iriani, SH ini dengan penuh semangat.

Ja’far yang juga salah satu tokoh Nahdlatul Ulama Kalbar ini juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah berupaya keras mensukseskan seluruh rangkaian acara. Ia juga berharap agar keberhasilan panitia tahun ini bisa diikuti dan menjadi motivasi bagi panitia tahun yang akan datang untuk melaksanakan kegiatan lebih baik lagi.

Sebelum Ja’far memberikan sambutan, acara diawali dengan laporan ketua panitia, H. Ernan, S.Ag., M.Si. Dilanjutkan dengan penyampaian laporan keuangan dari Bendahara HAB, Sumiati. J, S.Sos.I., M.Si. Kemudian evaluasi dan penyampaian saran dan masukan dari panitia dan Kasubbag TU, H. Abdulbar, S.Ag., M.Pd.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan Laporan Kegiatan dan Album Photo rangkaian kegiatan HAB Kemenag ke-69 Kota Pontianak yang diterima lagsung Kepala Kemenag Kota Pontianak. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Kemenag.

Usai memberikan sambutan dan wejangan kepada seluruh panitia, dengan mengucapkan Hamdalah, Kepala Kemenag, H. Ja’far kemudian membubarkan secara resmi Panitia HAB Kemenag ke-69 Kota Pontianak tahun 2015.

Acara diakhiri dengan pembacaan doa oleh Edi Setiawan, S.Ag dan dilanjutkan makan bersama seluruh panitia dan pegawai di lingkungan Kemenag Kota Pontianak. Bravo!.*(Sumi/Ptk)

Seksi PAI Kemenag Pontianak Sampaikan Usulan TPG Non PNS

Rabu, 21 Januari 2015, 15:15 – http://kalbar.kemenag.go.id


Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Tahun 2015 dipastikan pembayaran Tunjangan Sertifikasi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Non PNS diserahkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten/Kota. Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah proses dan memperpendek rentang kendali pencairan dana sertifikasi Guru PAI Non PNS.

Terkait hal tersebut, Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar meminta kepada Kemenag Kabupaten/Kota untuk segera menyampaikan data usulan pembayaran tunjangan sertifikasi atau Tunjangan Profesi Guru (TPGPAI Non PNS. Baik yang terhutang, maupun pembayaran pada tahun berjalan (2015).

Menindaklanjuti hal tersebut, Selasa (20/1/2015), Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak melalui pelaksananya, Roslina, SEI menyampaikan data tersebut ke Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar. Data diterima langsung Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP.

Kepala Seksi PAI Kantor Kemenag Kota Pontianak, Drs. H. Ahmad Hanafi, M.Si ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan bahwa dirinya telah meminta staf/pelaksananya untuk segera mengirim data tersebut ke Bidang PAKIS.

“Sebelumnya kami sudah menyampaikan data serupa via email. Akan tetapi masih ada data Guru PAI Non PNS yang baru lulus sertifikasi tahun 2014 yang terlupakan. Sehingga kami kembali mengirim data revisi kepada Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar,” kata Hanafi, begitu ia biasa disapa.

Hanafi juga mengatakan bahwa waktu penyampaian data usulan pembayaran TPG PAI Non PNS yang semula tanggal 15 Januari diperpanjang menjadi tanggal 23 Januari 2015. Hal tersebut diketahuinya melalui surat yang dikirim via email oleh Bidang PAKIS Nomor: Kw.14.3/2/PP.01.1/149/2015 Tanggal 19 Januari 2015, tentang Pengalihan Pencairan Dana Sertifikasi Guru PAI Non PNS.

Perpanjangan waktu tersebut menurut Kasi PAI pada Pendidikan Menengah Bidang PAKIS Kanwil Kemenag Kalbar, Samsul Bahri, S.IP dikarenakan masih ada Kemenag Kabupaten/Kota yang belum menyampaikan data/usulan nama dan jumlah Guru PAI Non PNS yang belum dibayarkan Tunjangan sertifikasinya.

Berdasarkan data yang dikirim Seksi PAI Kemenag Kota Pontianak bahwa ada 52 Guru PAI Non PNS yang harus dibayar TPG-nya. Tiga orang diantaranya bahkan belum dibayar selama dua tahun (Tahun 2013 s/d 2014). Selebihnya tunggakan tahun 2014, dan pembayaran untuk tahun 2015.

Total nominal yang diusulkan Rp. 1.422.000.000,- (Satu Milyar Empat Ratus Dua Puluh Dua Juta Rupiah). Dengan rincian, tahun 2013 terhutang 54 juta rupiah. Tahun 2014 terhutang 432 juta rupiah. Sedangkan tahun 2015 yang harus dibayar sebesar 936 juta rupiah.*(Sumi/Ptk)